7 Fungsi Chatbot Selain Otomatisasi Pesan

Fungsi chatbot saat ini sudah tidak hanya terbatas pada kemampuannya memberikan jawaban langsung atas pertanyaan atau kueri yang masuk. Kemampuan AI yang kini digunakan di dalam chatbot dapat memaksimalkan penggunaan chatbot dalam rangkaian bisnis modern.

Pernahkah menerima pesan otomatis ketika transaksi berhasil dilakukan di sebuah aplikasi mobile? Itu adalah salah satu fungsi chatbot yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis.

Dengan bertambahnya kebutuhan, teknologi yang menjadi motor penggerak chatbot pun bekerja untuk memenuhi permintaan tersebut. Dengan inovasi, kini otomatisasi chatbot AI dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

Dalam memanfaatkan chatbot, tiap fungsi bisnis memiliki tujuan tertentu. Sebagai gambaran bagaimana tiap industri dan fungsi bisnis bekerja berdampingan dengan chatbot, artikel ini akan membahasnya secara mendalam. Simak hingga selesai!

 

Automasi Chatbot dalam Bisnis

 

Kekuatan utama chatbot sebagai teknologi di abad ke-21 ini adalah proses automasi. Di era yang menuntut kecepatan, chatbot menjadi solusi memenuhi permintaan tersebut.

Banyak bisnis yang menggunakan automasi chatbot untuk membantu menangani pelanggan. Itulah yang menjadi fungsi chatbot yang paling banyak digunakan.

Selain sebagai pendukung tim support dalam menjawab pelanggan, chatbot dapat dimanfaatkan untuk mengotomatisasi berbagai hal lainnya. Misalnya, pemanfaatan chatbot untuk melakukan transaksi otomatis, mengirim peringatan, dan sebagainya.

Berikut adalah beberapa contohnya.

 

 

1. Kualifikasi dan Scoring Lead Secara Otomatis

 

Salah satu kekuatan paling strategis dari chatbot untuk bisnis bukan pada kemampuannya menjawab pertanyaan, melainkan kemampuannya membaca niat di balik setiap percakapan.

Dalam praktiknya, tidak semua orang yang menghubungi bisnis adalah yang benar-benar siap membeli. Sebagian masih sekadar mencari informasi, sebagian lagi sedang membandingkan, dan hanya sebagian kecil yang sudah siap mengambil keputusan.

Di sinilah AI chatbot berperan sebagai penyaring pertama di dalam tahap penjualan. Melalui percakapan sederhana, chatbot dapat mengajukan pertanyaan yang tepat, memahami konteks jawaban pelanggan, lalu memberi nilai pada setiap prospek berdasarkan seberapa besar kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian. Proses ini terjadi secara otomatis dan real-time tanpa perlu campur tangan tim sales.

Bagi bisnis, ini berarti tim penjualan tidak lagi menghabiskan energi untuk orang yang belum siap. Dengan begitu, fokus akan tercurah pada prospek dengan potensi revenue paling besar.

 

 

A. Score Lead Banking & Finance

 

Di industri perbankan dan layanan keuangan, kualitas lead jauh lebih penting daripada kuantitas. Banyak orang bertanya tentang kartu kredit, kredit pemilikan rumah, atau tabungan digital. Namun, tidak banyak yang benar-benar memulai tindakan.

Chatbot bisa mengubah percakapan awal menjadi proses penyaringan yang tepat. Ketika terdapat calon nasabah yang bertanya tentang kredit, chatbot dapat menggali lebih dalam secara natural perihal apakah mereka ingin mengajukan dalam waktu dekat, untuk kebutuhan apa, dan dalam kisaran berapa.

Dari cara mereka menjawab, sistem bisa mengenali apakah ini calon nasabah yang hanya ingin tahu atau seseorang yang sudah berada di fase pengambilan keputusan.

Prospek yang menunjukkan niat kuat akan langsung diprioritaskan dan diteruskan ke tim sales atau terkait. Sementara itu, calon nasabah tahap awal akan tetap dipelihara melalui edukasi dan informasi lanjutan. Dengan cara ini, chatbot berfungsi sebagai asisten digital yang bekerja tanpa henti untuk menyaring calon nasabah sebelum masuk ke jalur penjualan.

 

 

B. Score Lead E-Commerce

 

Di dunia e-commerce, trafik tinggi seringkali memberi ilusi bahwa penjualan berbanding lurus. Padahal, sebagian besar pengunjung justru hanya melihat-lihat.

Dengan chatbot, “window shoppers” dan pembeli sungguhan dapat dibedakan. Ketika seseorang mulai bertanya tentang produk tertentu, chatbot bisa melanjutkan percakapan dengan pertanyaan ringan tentang kebutuhan, preferensi, dan waktu pembelian. Jawaban-jawaban ini memberi sinyal yang jelas tentang seberapa serius niat mereka.

Chatbot e-commerce dapat mengenali perbedaan tersebut dan menyesuaikan tindak lanjutnya. Pelanggan dengan niat tinggi bisa langsung diarahkan ke penawaran khusus atau proses checkout, sedangkan bagi yang mempertimbangkan dapat diarahkan pada konten atau reminder yang relevan.

 

  

2. Otomatisasi Follow-up dan Penawaran

 

Di hampir semua bisnis, peluang penjualan paling sering hilang justru karena tidak ada tindak lanjut di waktu yang tepat Ketika tim sales atau marketing harus mengelola ratusan hingga ribuan percakapan, follow-up manual hampir pasti ada yang terlewat.

Di sinilah AI chatbot mengubah cara bisnis bekerja. Chatbot memiliki kemampuan dan alur kerja berbeda. Dengan chatbot, istilah lupa, lelah, dan jadwal kerja tidak lagi relevan.

Setiap interaksi pelanggan bisa otomatis diikuti dengan pesan yang relevan, baik itu pengingat, penawaran khusus, atau ajakan untuk melanjutkan proses pembelian. Terlebih pada chatbot AI yang modern, pesan tidak hanya dikirim secara massal, tetapi menggunakan data dari percakapan sebelumnya untuk menentukan apa yang harus dikirim, kepada siapa, dan kapan.

 

 

A. SaaS & Teknologi

 

Dalam bisnis SaaS, sebagian besar revenue datang dari orang-orang yang sudah mencoba produk tetapi belum memutuskan untuk berlangganan. Masa trial adalah momen paling kritis yang tidak boleh hilang karena sebatas tidak ada follow-up yang tepat.

Chatbot bisa memantau status setiap akun trial secara otomatis. Alih-alih tim sales harus mengecek satu per satu, chatbot memastikan setiap prospek mendapatkan sentuhan yang tepat di saat yang paling menentukan. Ini membuat konversi dari trial ke pelanggan berbayar jauh lebih tinggi tanpa harus menambah jumlah sales.

 

 

B. Retail & E-Commerce

 

Di e-commerce, fenomena keranjang belanja yang ditinggalkan adalah hal yang sangat umum. Pelanggan sudah memilih produk, bahkan hampir checkout, tetapi berhenti di tengah jalan karena berbagai alasan.

Chatbot memungkinkan bisnis untuk menindaklanjuti momen ini secara otomatis. Ketika sistem mendeteksi bahwa sebuah keranjang ditinggalkan, chatbot bisa menghubungi pelanggan dengan pesan yang terasa personal, misalnya dengan mengingatkan produk yang mereka pilih atau menawarkan diskon ekstra ketika menyelesaikan pembelian di waktu tertentu.

Lewat pesan yang dikirim tepat, peluang konversi jauh lebih besar dibandingkan email atau iklan ulang yang datang terlambat. Dari sudut pandang bisnis, ini berarti lebih sedikit peluang yang terbuang dan lebih banyak transaksi yang benar-benar terjadi.

 

 

3. Rangkuman Percakapan dan Insight Pelanggan

 

Setiap percakapan pelanggan sebenarnya adalah data bisnis yang sangat berharga. Di dalam pertanyaan, keluhan, dan permintaan, tersembunyi sinyal tentang apa yang tidak bekerja, apa yang membingungkan, dan apa yang benar-benar diinginkan pasar. Masalahnya, di banyak perusahaan, semua ini hanya berakhir sebagai log chat yang tidak pernah dimanfaatkan secara strategis.

AI chatbot mengambil peran yang jauh lebih besar daripada sekadar melayani pelanggan. Chatbot secara otomatis mengelompokkan percakapan, mendeteksi pola, dan menyajikannya sebagai insight yang bisa dipakai oleh berbagai divisi bisnis—bukan hanya customer service.

 

 

A. Banking & Finance

 

Di perbankan, data percakapan dari chatbot perbankan menjadi sumber informasi lintas divisi. Misalnya, untuk chatbot customer service atau contact center, chatbot dapat menunjukkan topik apa yang paling sering membuat nasabah kebingungan, contohnya proses transfer antar bank, reset PIN, atau aktivasi mobile banking. Ini membantu mereka memperbaiki alur layanan dan menurunkan volume komplain.

Bagi Tim Produk dan Digital Banking, insight ini mengungkap bagian aplikasi atau layanan yang paling sering menyebabkan friksi. Jika ribuan nasabah bertanya tentang cara membuka rekening online, itu berarti prosesnya tidak cukup intuitif dan perlu disederhanakan.

Sementara itu, bagi Tim Marketing dan Acquisition, percakapan chatbot memperlihatkan apa yang paling sering dicari calon nasabah, entah kartu kredit, pinjaman, atau tabungan digital. Ini membuat kampanye bisa lebih tepat sasaran karena didasarkan pada permintaan nyata, bukan asumsi.

 

 

B. Travel & Hospitality

 

Dalam industri travel, chatbot menjadi jendela langsung ke dalam pikiran pelanggan. Karena dengan adanya chatbot, seluruh interaksi dapat terpusat di dalam satu kepala yang sama sehingga seluruh aktivitas nantinya sejalan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Data dari chatbot menunjukkan jenis perjalanan apa yang paling diminati, rute mana yang paling sering ditanyakan, dan di mana pelanggan sering ragu sebelum booking. Ini membantu sales dan reservation mereka menyesuaikan paket dan pendekatan penjualan.

Insight dari percakapan chatbot menunjukkan destinasi dan tipe perjalanan yang sedang naik daun. Kampanye marketing pun dapat bisa diarahkan ke tren yang benar-benar terjadi di lapangan.

 

 

4. Memproses Pembayaran

 

Ketika orang membayangkan chatbot, kebanyakan masih berpikir tentang tanya-jawab. Padahal, chatbot modern sudah melampaui itu.

Dengan integrasi ke payment gateway, core banking system, dan backend, chatbot kini bisa menjadi jalur transaksi yang sesungguhnya. Artinya, pelanggan tidak perlu lagi berpindah aplikasi atau membuka banyak tab.

Seluruh proses—mulai dari memilih produk, mengonfirmasi detail, hingga menyelesaikan pembayaran—bisa terjadi di dalam satu percakapan.

 

 

A. Retail

 

Dalam industri retail, setiap langkah tambahan di proses checkout meningkatkan risiko pembatalan. Chatbot memangkas kemungkinan tersebut dengan memberikan langkah selanjutnya dalam melanjutkan ke pembayaran tanpa harus meninggalkan percakapan.

Hal ini dapat terjadi di berbagai kanal, salah satu yang paling populer adalah WhatsApp. Kini, melalui fitur-fitur WhatsApp Business Platform, transaksi dapat dilakukan dengan mengisi WhatsApp Forms sehingga pelanggan lebih mudah menyelesaikan transaksi.

Integrasi chatbot ke WhatsApp dapat dilakukan dengan 3Dolphins. Bisnis dapat menentukan sejauh mana chatbot berfungsi dalam alur transaksi.

Namun, pada akhirnya, ini bertujuan untuk melanjutkan interaksi sampai pembayaran diterima. Bahkan proses seperti konfirmasi alamat, metode pengiriman, dan pilihan pembayaran bisa berjalan secara otomatis di dalam chat.

 

 

B. Digital Banking & Fintech

 

Di sektor perbankan digital dan fintech, chatbot bisa menjadi antarmuka transaksi yang aman dan intuitif. Nasabah tidak hanya bisa bertanya tentang saldo atau riwayat transaksi, tetapi juga melakukan aktivitas finansial seperti transfer antar rekening, membayar tagihan, atau mengisi ulang layanan.

Bahkan, bank bisa memilih saluran mana yang sekiranya tepat digunakan. Dengan begitu, persebaran chatbot tepat sasaran.

Implementasi chatbot AI di bank mengurangi beban pada aplikasi dan call center. Banyak transaksi rutin yang biasanya membutuhkan interaksi manual kini bisa diselesaikan melalui percakapan yang terasa sederhana bagi pengguna. Sementara itu, bagian bisnis diuntungkan karena semakin banyak aktivitas nasabah terjadi secara cepat dan tanpa hambatan.

 

 

5. Notifikasi dan Reminder Otomatis

 

Dalam banyak bisnis, kebocoran revenue sering terjadi di momen-momen kecil: pelanggan lupa membayar, menunda upgrade, atau meninggalkan proses pembelian di tengah jalan. Dengan chatbot yang terhubung langsung dengan data transaksi dan status pelanggan, pengingat dapat dikirim secara otomatis tepat ketika dibutuhkan.

Dengan demikian, reminder bukan lagi pekerjaan manual, melainkan bagian dari alur bisnis yang berjalan sendiri.

 

A. Produk Digital

 

Dalam bisnis berbasis langganan, waktu adalah segalanya. Ketika pengguna sudah merasakan manfaat produk selama masa trial, momen sebelum trial berakhir adalah titik paling krusial untuk konversi.

Chatbot dapat mengenali fase ini dan mengirim pengingat yang terasa relevan. Bagi tim yang mengelola pertumbuhan pengguna, ini berarti peluang upgrade tidak lagi bergantung pada email blast atau follow-up manual. Pengguna diingatkan pada saat mereka masih aktif, sehingga transisi dari trial ke pelanggan berbayar terjadi lebih alami dan lebih sering.

 

 

6. Appointment & Resource Allocation Otomatis

 

Dalam banyak organisasi berbasis layanan, tantangan terbesar terletak pada pembagian kapasitas. Permasalahan seperti jadwal yang tidak sinkron, antrean yang menumpuk, dan alokasi sumber daya yang tidak merata seringkali membuat pengalaman pelanggan memburuk sekaligus membebani tim operasional.

Chatbot yang terhubung dengan sistem jadwal dan data layanan dapat mengambil peran sebagai pengatur lalu lintas digital. Chatbot nantinya tidak hanya menerima permintaan, tetapi juga memahami konteks—siapa yang membutuhkan apa, seberapa mendesak, dan kapan sumber daya tersedia—lalu mengoordinasikan semuanya secara otomatis.

 

 

A. Healthcare

 

Di layanan kesehatan, masalah ini terlihat sangat jelas. Banyak klinik dan rumah sakit memiliki dokter yang sibuk di satu waktu, tetapi relatif kosong di waktu lain. Sementara itu, pasien tetap harus menunggu lama hanya untuk mendapatkan slot konsultasi.

Ketika pasien menghubungi klinik dan menjelaskan keluhannya melalui chatbot, sistem dapat mengidentifikasi jenis layanan dan tingkat urgensinya. Dari situ, chatbot langsung mencocokkannya dengan jadwal dokter yang relevan dan menawarkan waktu konsultasi yang masih tersedia. Proses ini berjalan tanpa perlu staf yang bertugas menghubungi satu per satu atau memeriksa kalender secara manual.

Pengelola operasional klinik dapat membuat utilisasi dokter dan ruang periksa jauh lebih seimbang. Pasien dengan keluhan ringan tidak lagi menghabiskan slot dokter spesialis, sementara kasus yang lebih serius bisa diarahkan lebih cepat ke tenaga medis yang tepat.

Di titik ini, chatbot berfungsi sebagai dispatcher medis yang memastikan setiap pasien dan setiap sumber daya bertemu di waktu yang paling tepat.

 

 

7. Kualifikasi Kandidat & Screening Awal

 

Perusahaan besar bisa menerima ratusan bahkan ribuan CV setiap minggu, sementara hanya sebagian kecil yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Di titik ini, chatbot dapat mengambil peran sebagai lapisan penyaring pertama sebelum manusia turun tangan.

Dengan terhubung ke sistem rekrutmen, chatbot bisa menyaring data hingga mengumpulkan data. Tim terkait dapat menggali informasi terkait pengalaman, keahlian utama, hingga asal universitas secara terstruktur. Semua jawaban ini kemudian diolah menjadi skor kelayakan yang menunjukkan seberapa cocok seorang kandidat dengan posisi yang dibutuhkan.

 

 

A. HR & Recruitment

 

Bagi organisasi yang terus berkembang, chatbot AI dalam HR mengubah cara kerja tim rekrutmen secara drastis. Alih-alih menghabiskan waktu membaca CV satu per satu, tim HR langsung menerima daftar kandidat yang sudah tersaring berdasarkan kriteria bisnis. Mereka hanya berinteraksi dengan orang-orang yang secara objektif memenuhi syarat awal.

Pendekatan ini bukan hanya mempercepat proses rekrutmen, melainkan sekaligus meningkatkan kualitas keputusan. Kandidat yang melaju ke tahap wawancara sudah melewati filter yang konsisten dan berbasis data Dalam konteks ini, pipeline rekrutmen tetap efisien, relevan, dan fokus pada kandidat yang benar-benar berpotensi memberi dampak bagi perusahaan.

 

 

Tingkatkan Performa Bisnis dengan Chatbot 3Dolphins

 

3Dolphins merupakan perusahaan di Indonesia yang menyediakan solusi chatbot yang dilengkapi dengan teknologi AI. AI generatif yang dapat diintegrasikan dengan solusi ini membuat chatbot dari 3Dolphins lebih fleksibel dan humanis yang dapat disesuaikan dengan persona brand.

Chatbot AI 3Dolphins pun telah dipercaya sejumlah perusahaan dari berbagai industri, seperti perbankan, retail, telekomunikasi, hingga manufaktur. Kemampuan chatbot kami dalam memenuhi kebutuhan membuat layanan satu ini menjadi pilihan.

Tidak hanya untuk menangani permasalahan umum terkait customer service, teknologi generative AI yang mendukung seluruh layanan 3Dolphins.ai dapat mengakomodasi kebutuhan spesifik pelanggan. Bukan hanya terbatas pada tanya-jawab dengan pelanggan, bisnis dapat memanfaatkan layanan chatbot 3Dolphins untuk keperluan internal, seperti untuk tim sales, HR, hingga operasional.

Apabila bisnis Anda memiliki tujuan mengeskalasi sistem manual menuju peningkatan performa optimal, 3Dolphins adalah jawabannya. Jangan lewatkan kesempatan mendapatkan slot demo gratis dengan use case spesial Anda dengan tim profesional kami!

Hubungi kami melalui kontak berikut.