Brand persona pada pembahasan sebelumnya mengarahkan keharusan untuk menyajikan layanan yang sesuai persona tersebut di seluruh interaksi dengan pelanggan. Namun, ada kalanya persona admin di media sosial berbeda dengan ketika pelanggan mulai menghubungi customer service di saluran percakapan.
AI kini dapat menjadi representasi dari bisnis dengan kemampuan menyesuaikan persona yang disusun. Cara AI berbicara, merespons keluhan, menjelaskan informasi, hingga menunjukkan empati. Inilah mengapa persona AI dapat menjadi instrumen penting dalam rangkaian kepribadian pelanggan.
Kecepatan yang ditawarkan oleh AI dalam hal merespons tidak hanya berakhir sebatas tempo semata, akurasi pun melengkapi interaksi dengan jawaban tepat dan sesuai dengan brand voice yang dirancang dalam persona merek.
Dalam hal mendorong adanya identitas yang kuat, AI justru bukan hadir untuk melemahkan. Peran AI pada persona dapat menjadi elemen penting dalam membantu perusahaan membangun identitas layanan yang lebih konsisten dan manusiawi.
Selengkapnya menyoal persona AI akan dibahas lengkap melalui artikel berikut.
Penjelasan Brand Persona dengan AI
Brand Persona AI adalah sebuah kepribadian yang menunjukkan identitas perusahaan melalui kecerdasan buatan (AI). Persona ini dapat hadir dalam chatbot ketika bot dijadikan sebagai salah satu representasi bisnis, bukan sekadar alat menjawab pertanyaan pelanggan.
Persona dalam kasus ini dapat diselipkan lewat chatbot persona. Hanya saja, secara mendetail, seluruh identitas bisnis dapat dituangkan dalam AI yang nantinya mencerminkan bisnis, baik ketika berinteraksi, promosi, hingga
Bisnis yang memanfaatkan AI untuk identitas tidak akan kehilang sentuhan manusia sebab AI kini dapat dirancang dengan empati. Justru pada akhirnya, konsistensi dapat tercipta di seluruh touchpoint pelanggan.
Alasan itulah yang utama dalam memanfaatkan AI dalam brand persona. Sebab pada dasarnya persona yang diciptakan merupakan buah pikir yang dihasilkan manusia, tetapi AI dapat digunakan untuk menjalankan sisanya.
Peran AI dalam Menjaga Brand Persona secara Konsisten
Dalam lingkungan digital yang penuh dengan kanal dan titik interaksi, identitas tidak dijaga oleh satu tim atau satu platform. Namun, tantangannya adalah karakter yang sama harus muncul dengan di setiap chat, mulai dari pertanyaan sederhana sampai komplain yang sensitif. Teknologi percakapan modern memungkinkan perusahaan menjaga konsistensi tersebut melalui sistem yang terhubung ke seluruh pengalaman pelanggan.
Di sinilah peran kecerdasan buatan menjadi fondasi agar suara brand tetap stabil meskipun volume dan kompleksitas interaksi terus meningkat.
1. Menjaga Bahasa di Seluruh Saluran
Salah satu tujuan dari bantuan AI dalam brand persona adalah menghadirkan keseragaman di seluruh kanal. Hal ini karena AI menghimpun sumber pengetahuan yang sama dari perusahaan.
Misalnya, chatbot yang memiliki persona layaknya bisnis menjawab pelanggan di WhatsApp, webchat, dan kanal digital lain dengan nada serupa. Ini memastikan gaya komunikasi tidak berubah hanya karena pelanggan berpindah platform.
2. Tone dan Pendekatan Sesuai Karakter
Persona AI merupakan persona bisnis yang menghasilkan respons berdasarkan panduan bahasa dan nilai perusahaan. Dengan begitu, cara bisnis menjelaskan, membantu, atau menawarkan solusi selalu terasa konsisten.
Inilah yang diperlukan ketika menghadapi pelanggan dari berbagai arah. Pelanggan tetap merasa berkomunikasi dengan sosok yang sama meskipun terdapat perbedaan tempat berinteraksi.
3. Memahami Konteks secara Akurat
Cara manual kerap kali membuat satu orang dengan yang lain tidak berkesinambungan dengan baik. Namun, AI persona justru memahami percakapan modern dengan sangat baik.
AI akan membaca alur interaksi, bukan hanya satu pesan. Hal ini membuat respons tetap relevan tanpa keluar dari karakter yang ditetapkan oleh bisnis.
4. Memberikan Jawaban yang Relevan
Seperti dasar AI yang selalu berevolusi dan terus belajar. Pengetahuan yang kian bertambah dari tiap percakapan memungkinkan jawaban terdengar lebih natural. Inilah peran penting AI dalam menjaga brand persona.
Persona brand tetap terjaga tanpa membuat percakapan terasa seperti template semata. Di samping kemampuannya menjawab dengan cepat dan akurat.
5. Memudahkan Proses Peningkatkan
Bisnis mungkin akan menerima situasi saat volume pesan meningkat. Bagi beberapa bisnis, ini merupakan kendala. Namun, AI yang dihadirkan dalam persona mereka tidak merusak momen tersebut.
Konsistensi dari tiap interaksi tetap terjaga karena semua interaksi mengacu pada sistem yang sama. Ini memungkinkan bisnis bertumbuh tanpa mengorbankan pengalaman pelanggan.
6. Visibilitas dan Kontrol
Seluruh percakapan yang terjadi dapat dianalisis untuk melihat apakah komunikasi sudah sesuai dengan persona yang diinginkan. Ini membuat pengelolaan brand voice menjadi lebih terukur dan strategis.
Mengapa Persona AI Krusial dalam Customer Experience?
Dalam banyak bisnis, pelanggan tidak lagi bertemu melalui toko atau sales. Mereka mengenalnya lewat chat. Cara sebuah perusahaan membalas pesan kini menjadi bagian utama dari pengalaman pelanggan, bukan sekadar pelengkap.
Ketika percakapan menjadi titik kontak utama, persona yang dibawa oleh sistem AI akan menentukan bagaimana brand dirasakan. Apakah terasa membantu atau dingin, meyakinkan atau membingungkan, profesional atau asal menjawab.
1. Pengalaman Pelanggan Dibentuk oleh Komunikasi
Nada dan struktur jawaban memengaruhi bagaimana pelanggan menilai sebuah perusahaan. Satu respons yang terasa tidak selaras bisa mengubah persepsi, bahkan ketika masalahnya berhasil diselesaikan.
2. Konsistensi Membangun Rasa Percaya
Pelanggan merasa lebih nyaman ketika cara brand berkomunikasi terasa stabil dari waktu ke waktu. Persona AI menjaga agar setiap interaksi, di channel mana pun, tetap berada dalam satu karakter yang sama.
3. Interaksi Lebih Manusiawi
Ketika sistem mampu menyesuaikan gaya bicara dengan konteks tanpa kehilangan identitas brand, percakapan terasa lebih alami. Ini membuat pelanggan merasa dipahami, bukan sekadar dilayani oleh mesin.
4. Pelanggan Lebih Loyal
Pelanggan tidak hanya mengingat apakah mereka mendapatkan jawaban, tetapi bagaimana mereka diperlakukan. Ketika interaksi terasa konsisten dan selaras dengan nilai brand, hubungan yang lebih kuat akan terbentuk.
Cara Kerja AI dalam Brand Persona
Sistem kecerdasan buatan memungkinkan sebuah brand tetap terdengar konsisten tanpa harus kaku. Ia mampu menyesuaikan diri dengan cara pelanggan berbicara, namun tetap bergerak di dalam batas identitas brand yang sudah ditetapkan.
Yang membuat pendekatan ini unggul bukan hanya kemampuan menjawab, tetapi cara sistem memahami dan menyeimbangkan antara kebutuhan pelanggan dan karakter brand.
1. Belajar dari Interaksi
Pelanggan yang datang untuk berinteraksi dengan bisnis bisa dimulai dari mengirim pesan. Namun, pesan tersebut bukan semata-mata media menerima dan memberi informasi. Ada hal lain yang dapat dipelajari AI sebagai pendukung brand persona.
AI yang dilekatkan pada interaksi yang terjadi pada pelanggan membantu bagaimana merespons sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Namun, penyesuaian ini tanpa melepas identitas bisnis yang dibawa.
Semakin sering interaksi terjadi, jawaban akan semakin baik dan pas. Hal ini bukan karena “naskah” yang ditambahkan, melainkan karena AI memahami bisnis secara lebih mendalam.
2. Menghimpun Informasi secara Mandiri
Jawaban yang diberikan ketika percakapan terjadi dengan pelanggan adalah sarang informasi yang bermanfaat bagi bisnis. Namun, cara manual bisa memakan banyak waktu apabila informasi meluap banyak. Inilah saatnya AI menghimpun informasi secara mandiri dari tiap interaksi.
Informasi terkait respons dari pelanggan membantu persona bisnis semakin sesuai dengan kebutuhan. Ini membuat bisnis memiliki keunggulan di mata pelanggan.
3. Memahami Kepribadian Pelanggan
AI kini tidak lagi dimaknai sebatas “makhluk robotik” yang tidak dapat memahami maksud dan tujuan dari sebuah kueri. Lebih canggih, AI justru dapat memahami perasaan pelanggan dengan baik.
Empati yang diberikan AI menjadi jembatan bisnis terhubung dengan pelanggan secara lebih tepat. Hal ini karena bisnis menjawab sesuai sebagaimana agen akan menjawab pertanyaan serupa.
4. Mengenal Pola Interaksi untuk Insight
Percakapan dengan pelanggan bukan hanya membantu pelanggan memenuhi kebutuhannya atau menjawab pertanyaannya. Interaksi itu pada hakikatnya menguntungkan kedua belah pihak, termasuk bisnis sebagai penyedia informasi.
AI persona mampu memahami pola secara baik, sehingga percakapan berjalan seperti seharusnya. Tiap interaksi pun bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan AI dan persona merek ke depannya lantaran data yang dapat dihimpun.
Contoh AI dalam Brand Persona
Brand persona berbasis AI paling mudah dipahami lewat bagaimana ia bekerja di situasi nyata. Bukan dalam teori, tetapi dalam cara pelanggan merasakan konsistensi, konteks, dan karakter brand saat berinteraksi.
1. Konsistensi di Tiap Kanal
Seorang pelanggan mungkin pertama kali mengenal lewat website, lalu bertanya ulang lewat WhatsApp, dan akhirnya menyelesaikan transaksi lewat kanal lain. Jika setiap titik itu menggunakan sistem berbeda, brand voice akan terasa terputus.
Namun, bisnis dapat memberikan pengalaman serupa di seluruh kanal dengan chatbot. Tidak hanya di satu kanal, omnichannel chatbot dapat dimanfaatkan di seluruh kanal yang digunakan bisnis.
Omnichannel chatbot dapat dijadikan solusi untuk menjawab semua kebutuhan secara akurat dan cepat. Bisnis dapat tetap mempertahankan citra yang ingin dibangun tanpa perlu repot-repot mengecek tiap percakapan yang masuk.
2. Percakapan Otomatis
Banyak chatbot mampu menjawab pertanyaan dasar, tetapi sering gagal membawa karakter ke dalam percakapan. Jawaban yang dihasilkan akan terasa generik dan tidak mencerminkan siapa perusahaan sebenarnya.
Namun, chatbot dapat dijalankan dengan persona yang disesuaikan dengan bisnis. Sistem akan memahami bahasa dan pengetahuan bisnis, sehingga setiap respons terasa lebih selaras dengan komunikasi resmi perusahaan.
Salah satu keunggulan ini dapat diimplementasi dalam chatbot AI 3Dolphins. Chatbot akan bekerja selayaknya human agent dalam memahami pelanggan dan merespons tiap chat dari pelanggan. Dengan pengetahuan luas karena dukungan LLM, jawaban pun lebih akurat.
3. Skala Besar
Saat volume pesan meningkat, menjaga nada dan gaya komunikasi secara manual menjadi sulit. Perbedaan antaragen dan waktu respons bisa membuat bisnis terdengar tidak konsisten.
Dengan pendekatan berbasis kecerdasan buatan, setiap pesan mengacu pada kerangka persona yang sama. Ini memungkinkan bisnis mampu melayani ribuan percakapan tanpa mengorbankan karakter yang telah dibangun.
4. Kampanye Sesuai Persona
Bukan hanya hadir di garda terdepan, AI persona dapat dimanfaatkan ketika bisnis melakukan promosi melalui strategi marketing. Mengenal customer persona dengan AI membuat pesan yang dikirimkan akan jauh lebih relevan.
Misalnya, apabila bisnis memanfaatkan WhatsApp sebagai pintu utama pelanggan. Di sinilah ekspektasi terhadap kecepatan dan kejelasan paling tinggi, sekaligus risiko inkonsistensi paling besar. Namun, ketika kanal ini dijalankan melalui sistem yang terhubung ke persona brand dan pengetahuan yang sama, cara berbicara akan tetap terjaga.
Mulai Transformasi AI dalam Persona Bisnis
Menetapkan persona yang tepat bagi bisnis adalah langkah awal paling tepat untuk mengenalkan bisnis pada khalayak. Utamanya agar bisnis dapat diingat dengan ciri yang khas, sehingga tidak mudah untuk beralih ke pesaing.
Optimalisasi persona brand dapat dilakukan dengan memanfaatkan AI. Brand persona dapat dicurahkan pada AI untuk membantu bisnis menangani pelanggan dengan lebih baik. Tidak hanya karena kecepatannya, AI ini dapat menjadi representasi tepat untuk mengenal bisnis dalam lapisan awal.
Cara paling mudah memanfaatkan AI dalam bisnis adalah dengan menghadirkan chatbot. Persona yang dirangkai dalam chatbot dapat disesuaikan dengan nilai-nilai dan identitas perusahaan. Terutama pada chatbot AI, teknologi mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan cara manusia berbicara sehingga pelanggan tidak akan merasa kehilangan personalisasi.
3Dolphins sebagai perusahaan yang fokus pada customer experience menghadirkan chatbot AI untuk membantu bisnis berinteraksi dan menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. Dengan kemampuan generative AI, chatbot 3Dolphins memiliki kapabilitas untuk berinteraksi secara lebih fleksibel dan humanis.
Bagi bisnis yang berminat untuk mentransformasi cara berbicara dengan pelanggan, solusi ini adalah jawaban yang tepat. Tim 3Dolphins dapat membantu menyusun solusi sesuai kebutuhan bisnis Anda hanya dengan menghubungi kami melalui kontak yang sudah disediakan berikut.
