Customer loyalty atau loyalitas pelanggan adalah hubungan emosional antara bisnis dan pelanggan sehingga mereka memiliki keinginan untuk mengulang pembelian. Loyalitas ini dapat dikatakan sebagai “hadiah” karena bisnis sudah mengantongi sejumlah pelanggan tetap atau pelanggan setia.
Meskipun bisa dianggap sebagai “hadiah”, loyalitas tidak semudah itu didapatkan. Bisnis perlu menjalin interaksi positif yang dilakukan berulang kali agar kepercayaan pelanggan terbangun seiring berjalannya waktu.
Di dunia bisnis yang kian kompetitif, proses mempertahankan pelanggan sangat krusial seperti halnya menggaet pelanggan baru. Loyalitas pelanggan inilah yang menjadi kunci keberhasilan bisnis menjaga stabilitas dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Membangun loyalitas pelanggan memang dilakukan secara bertahap. Namun, langkah ini penting untuk memastikan jangka hidup bisnis di masa mendatang. Reputasi baik yang dibangun menjamin bisnis bisa terus ada hingga waktu yang lama.
Sebagai motor penggerak bisnis, tiap individu yang bergerak di dalamnya perlu memahami terlebih dahulu mengenai customer loyalty dan mengapa aspek satu ini penting untuk diperhatikan. Berikut akan dijabarkan mengenai pengertian customer loyalty, cara membangun loyalitas pelanggan, hingga menyempit pada peran customer experience pada customer loyalty.
Apa Itu Customer Loyalty?
Customer loyalty atau loyalitas pelanggan adalah komitmen berlanjut pelanggan kepada pelanggan yang didasari dengan emosi positif. Hubungan baik yang menciptakan loyalitas dibentuk dari pengalaman menyenangkan pelanggan dengan bisnis, produk, dan layanan.
Ketika pelanggan memulai sikap loyal atau setia, potensi pelanggan untuk datang dan terus melakukan tindakan yang diharapkan bisnis pun makin besar. Dengan adanya efek tersebut, aspek satu ini perlu dibangun oleh bisnis untuk mendorong tingkat retensi pelanggan pada bisnis.
Loyalitas tidak dapat terbentuk dalam waktu singkat. Pada hakikatnya, pelanggan tidak selalu menerima layanan yang memuaskan. Namun, kekurangan tersebut dapat ditambal dengan interaksi tertentu dalam customer journey yang memengaruhi keseluruhan customer experience.
Kepuasan pelanggan (customer satisfaction) jangka panjang dapat menjadi alasan di balik loyalitas tersebut. Dua hal yang dapat memengaruhi ini di antaranya adalah nilai dari bisnis yang dibawa dalam produk atau layanan. Hal lainnya yang paling berpengaruh adalah bagaimana bisnis memberikan pengalaman yang menyenangkan ketika pelanggan berhubungan dengan bisnis.
Meskipun berkaitan erat, terdapat perbedaan umum yang memisahkan customer satisfaction dan customer loyalty. Berikut dijelaskan secara lebih rinci.
Perbedaan Customer Satisfaction dan Customer Loyalty
Customer satisfaction atau kepuasan pelanggan merupakan hal yang berkaitan dengan perasaan positif pelanggan selepas sebuah interaksi tertentu, sedangkan customer loyalty adalah hal yang lebih mendalam yang berkaitan dengan komitmen yang ditandai dengan retensi dan pembelaan di tengah penawaran kompetitor.
Hanya saja kepuasan yang dirasakan pelanggan dalam waktu tertentu dalam masa yang terus menerus dapat menciptakan loyalitas. Adanya hubungan baik, kepercayaan, koneksi emosional, dan pemenuhan ekspektasi yang konsisten membuka peluang terhadap loyalitas.
Faktor yang Memengaruhi Loyalitas Pelanggan
Loyalitas pelanggan memang tercipta karena kepercayaan pelanggan terhadap sebuah bisnis dan bagaimana bisnis menawarkan solusi yang dibutuhkan oleh mereka. Cara bisnis membangun hal-hal tersebut pada dasarnya dilandasi oleh faktor-faktor penentu yang secara umum dapat berpengaruh pada customer loyalty.
Di antaranya adalah beberapa faktor berikut yang dianggap dapat memengaruhi loyalitas pelanggan.
1. Kualitas Produk atau Layanan
Pelanggan datang pada bisnis untuk memenuhi kebutuhan atau menangani masalahnya. Di tengah gempuran kompetisi bisnis yang makin ketat, memastikan bisnis menyediakan layanan atau produk terbaik adalah kunci utama membangun loyalitas pelanggan.
Produk dan layanan adalah jembatan awal pelanggan mengenal bisnis. Keunikan dan keunggulan yang ditawarkan bisnis dapat menjadi nilai kuat untuk bersaing. Dengan begitu, pelanggan dapat memberikan kesan baik pada bisnis yang mendorong keinginan untuk kembali.
2. Layanan Pelanggan
Pelanggan yang memutuskan untuk membeli produk tidak selalu melalui proses sederhana, seperti melihat-menentukan-membeli. Proses yang bervariasi mungkin terjadi pada beberapa kasus, contohnya dengan menghubungi customer service untuk mendapatkan informasi mengenai produk atau layanan.
Sebagai peta memahami produk bisnis, customer service memegang kendali besar menentukan sejauh mana kebutuhan pelanggan terpenuhi. Layanan yang responsif dan solutif berperan penting untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Meskipun kini bisnis dapat menyebar di berbagai saluran pilihan pelanggan, akurasi dan kecepatan respons pun perlu diperhatikan agar pelanggan merasa dihargai. Mengandalkan agen untuk mengatasi ini bukanlah hal aneh, tetapi mencurahkan banyak energi untuk mengecek tiap saluran dapat menghambat performa.
Salah satu menghasilkan layanan pelanggan yang optimal di era digital ini adalah dengan menyediakan sistem omnichannel customer service yang dapat meringankan beban agen ketika menangani pelanggan. Tidak hanya agen, pelanggan pun akan terbantu dengan sistem merawat histori pelanggan dengan baik.
Solusi inilah yang ditawarkan 3Dolphins. Didorong dengan kemampuan generative AI pada omnichannel, agen pun dapat memberikan jawaban yang sesuai dengan kebiasaan pelanggan (customer behaviour) sehingga respons lebih relevan.
3. Customer Journey
Seperti yang sudah disebutkan, perjalanan pelanggan dari satu titik ke titik lain memengaruhi loyalitas pelanggan. Bisnis yang baik mampu memahami hal itu sehingga kebutuhan pelanggan dapat terwadahi.
Tiap pelanggan yang berhasil melakukan pembelian adalah bagian kecil dari customer journey. Pelanggan mungkin lebih dulu melihat iklan, melakukan interaksi dengan bisnis, membandingkan dengan kompetitor, dan melalui sejumlah aktivitas selepas pembelian. Seluruh touchpoint itulah yang berdampak pada customer loyalty.
Memahami customer journey secara menyeluruh dapat membuat strategi yang dikerahkan untuk meningkatkan loyalitas dapat diarahkan secara tepat. Misalnya, dengan memperbaiki waktu merespons dengan chatbot, mempermudah alur pembelian, atau menekankan poin tertentu ketika berkomunikasi.
4. Program Loyalitas
Program loyalitas atau loyalty program adalah cara terbaik untuk meningkatkan retensi pelanggan. Sebuah program loyalitas disusun untuk memberikan penawaran spesial sebagai strategi meningkatkan retensi agar pelanggan memilih bisnis dibandingkan kompetitor.
Ada berbagai cara untuk memulai program ini, tetapi bisnis perlu lebih dulu membuat batasan atau kriteria bagi pelanggan. Begitu ikatan emosi sudah terbentuk, bisnis dapat mulai menyusun program loyalitas.
Tiap industri memiliki program yang berbeda sesuai dengan kebiasaan pelanggan dan kebutuhan mereka. Program loyalitas yang paling umum dapat berupa loyalty point, diskon khusus, promosi spesial, atau hadiah eksklusif bagi pelanggan tertentu. Dengan cara ini, frekuensi pembelian dapat bertambah dan membuat pelanggan pun merasa diuntungkan.
5. Customer Experience
Pengalaman pelanggan atau customer experience merupakan faktor lain yang berpengaruh terhadap loyalitas. Pelanggan yang memiliki pengalaman baik dan berkesan dengan bisnis cenderung akan mengingat bisnis dengan baik, sehingga ketika dihadapkan dengan pilihan, pelanggan akan lebih berat memilih bisnis.
Pengalaman pelanggan dapat diciptakan dengan memberikan pengalaman terbaik tanpa terkecuali, entah ketika berselancar di situs resmi perusahaan, melakukan proses pembelian, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga pascabeli.
Tiap pengalaman yang memberi kesan positif di berbagai sisi membuat pelanggan merasa dihargai. Poin inilah yang berpengaruh terhadap loyalitas mereka untuk kembali dan memercayakan bisnis sebagai solusi.
Peran CX dalam Membangun Customer Loyalty
1. Membangun Kepercayaan
Customer experience (CX) yang positif dan menyenangkan secara emosional berperan penting dalam membangun kepercayaan pelanggan terhadap merek. Pengalaman pelanggan yang konsisten dan relevan membantu meningkatkan kepuasan pelanggan, sekaligus menurunkan kecenderungan mereka untuk berpindah ke kompetitor.
2. Mendorong Pembelian Berulang
Pengalaman pelanggan yang baik mendorong terjadinya pembelian berulang karena pelanggan merasa nyaman dan yakin dengan merek. Dalam strategi bisnis, CX menjadi faktor utama dalam meningkatkan retensi pelanggan dan menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
3. Meningkatkan Nilai
Customer experience yang konsisten dan positif memperkuat persepsi dan citra produk dari bisnis di mata pelanggan. Semakin baik pengalaman pelanggan di setiap touchpoint, nilai bisnis (brand value) yang terbentuk dalam jangka panjang pun meningkat.
4. Mediator Kepuasan Pelanggan
Customer experience memiliki peran penting dalam memediasi kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Ketika pengalaman pelanggan mampu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi, tingkat kepuasan meningkat dan berdampak langsung pada loyalitas terhadap bisnis.
Bagaimana Cara Membangun Customer Loyalty?
1. Memahami Kebutuhan Pelanggan
Cara membangun customer loyalty dimulai dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan. CX berperan sebagai sarana untuk mengumpulkan insight dari tiap interaksi pelanggan, baik secara langsung maupun digital. Dengan pemahaman ini, bisnis dapat merancang pengalaman yang lebih relevan dan bernilai.
Ketika pelanggan merasa kebutuhannya terpenuhi secara konsisten, tingkat kepuasan akan meningkat. Kepuasan inilah yang menjadi langkah awal dalam strategi meningkatkan loyalitas pelanggan.
2. Personalisasi Layanan
Personalisasi menjadi pendekatan penting dalam membangun customer loyalty yang dapat diterapkan ketika memfokuskan pada customer experience. Dengan memanfaatkan data pelanggan, bisnis dapat memberikan komunikasi, layanan, dan penawaran yang lebih tepat sasaran. Strategi ini membantu menciptakan pengalaman pelanggan yang terasa lebih dekat dan bermakna.
Alih-alih pendekatan massal, personalisasi memungkinkan perusahaan membangun hubungan jangka panjang yang lebih kuat. Hasilnya, pelanggan tidak hanya puas, tetapi juga lebih loyal terhadap bisnis.
3. Konsistensi Pengalaman
Pengalaman pelanggan yang konsisten di seluruh saluran merupakan kunci dalam mempertahankan loyalitas. Pelanggan mengharapkan kualitas layanan yang sama, baik saat berinteraksi secara online maupun offline. Konsistensi ini memperkuat persepsi positif terhadap brand dan mendukung peningkatan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan.
Dengan strategi CX yang terintegrasi, bisnis dapat memastikan setiap touchpoint memberikan pengalaman yang selaras. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kepuasan, tetapi juga memperkuat posisi brand di benak pelanggan.
4. Menyediakan Layanan Pelanggan yang Responsif dan Proaktif
Customer service yang cepat, solutif, dan proaktif dapat mengubah masalah menjadi pengalaman positif. Respons yang tepat waktu dan empati dalam menyelesaikan kendala pelanggan berperan besar dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
5. Membangun Hubungan Emosional dengan Pelanggan
Customer loyalty tidak hanya dibangun melalui transaksi, tetapi juga hubungan emosional. Bisnis yang mampu menunjukkan empati, nilai, dan kepedulian terhadap pelanggan cenderung lebih diingat dan dipilih dalam jangka panjang.
6. Memanfaatkan Teknologi untuk Pengalaman yang Lebih Efisien
Pemanfaatan teknologi seperti CRM, omnichannel platform, dan AI membantu bisnis menyajikan pengalaman pelanggan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Teknologi memungkinkan perusahaan menjaga konsistensi CX sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
7. Mengukur dan Mengoptimalkan Loyalitas Pelanggan Secara Berkala
Customer loyalty perlu diukur melalui indikator seperti repeat purchase, customer retention rate, dan CSAT. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, strategi CX dapat terus disempurnakan agar tetap relevan dengan ekspektasi pelanggan.
Solusi Membangun Customer Loyalty Berkelanjutan
Membangun customer loyalty tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan pelanggan. Diperlukan pengalaman yang relevan, konsisten, dan bermakna agar pelanggan merasa terhubung dan percaya pada bisnis yang tengah dijalankan.
3Dolphins hadir sebagai perusahaan yang berfokus pada digital customer experience, membantu bisnis menghadirkan interaksi pelanggan yang terukur dan terintegrasi. Melalui solusi omnichannel, 3Dolphins membantu bisnis mengelola seluruh interaksi pelanggan dalam satu ekosistem, memastikan ketepatan respons dan konsistensi pengalaman di setiap kanal.
Didukung oleh teknologi AI, solusi omnichannel customer service dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui layanan konsisten dan personal. Pendekatan ini membantu bisnis memahami pelanggan secara lebih mendalam, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta mendorong retensi secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar teknologi, solusi 3Dolphins berperan sebagai penghubung antara kebutuhan pelanggan dan tujuan bisnis. Ketika pengalaman pelanggan terkelola dengan baik, loyalitas terbentuk, nilai merek meningkat, dan pertumbuhan bisnis dapat berjalan lebih berkelanjutan.
Apakah bisnis Anda siap menghadirkan pengalaman menyenangkan yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan? Diskusikan kebutuhan Anda bersama 3Dolphins dan temukan solusi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
