Mengapa Chat Bot Harus Punya Kepribadian?

Singkat kata, karena komunikasi antara chat bot dan manusia adalah sebuah percakapan (conversation). Disini letak persoalannya, akan sangat menyebalkan bagi konsumen Anda saat mengetahui bahwa mereka ngobrol dengan sebuah bot, makhluk yang tak kasat mata. Ujung-ujungnya, mereka komplain “Saya maunya ngobrol sama manusia!”. Jika hal itu terjadi, maka konsep bot Anda perlu diubah. Bot, bagaimana

Membentuk Persona Chatbot

Penggunaan chat bot saat ini masih sekedar mengotomasi percakapan customer service. Padahal, percakapan yang baik adalah yang mampu menyesuaikan konteks pembicaraan. Chat bot perlu persona sebagai identitas representasi brand Anda dan membantu untuk menyempurnakan customer experience untuk menarik perhatian target audience tertentu. Seiring berjalannya waktu, chat bot yang dikendalikan oleh komputer akan terasa seperti manusia

Chatbot Bisa “Ngomong” Ke Pelanggan

Melalui fitur terbaru Voice Responding Bot, kini chatbot berbasis 3Dolphins memberikan respon berupa suara ketika berinteraksi dengan pelanggan. Hasilnya, Bot yang bisa “ngomong” kepada pelanggan! Hal ini dimungkinkan berkat teknologi voice recognition yang dibenamkan dalam solusi chatbot 3Dolphins. Mendeteksi Bahasa Teknologi voice recognition ini secara otomatis mampu mendeteksi bahasa yang digunakan oleh pelanggan. Misalkan user live chat dengan chatbot di web,

Chatbot Yang Paham Kalimat Majemuk

Lewat fitur baru Single Phrase Multi Intent Execution, chatbot berbasis 3Dolphins bisa mengerti dan memproses beberapa intention dalam satu kalimat. Long weekend sudah di depan mata. Bagi Donna, sales executive di sebuah perusahaan media, ini adalah saat yang tepat untuk rehat sejenak dengan liburan ke luar kota. Dia tahu, booking hotel dan tiket via pesan instan WhatsApp (WA)

Chatbot Untuk Bisnis: 5 Kriteria Penting

Bagaimana peran chatbot dan apa kriteria yang harus dimilikinya? Sementara itu, perilaku konsumen masa kini inginnya serba cepat, termasuk ketika berkomunikasi dengan bisnis. Lambat dalam merespons, maka bisnis kehilangan peluang. Jika hal ini dibiarkan dalam jangka panjang, bisnis akan ditinggalkan pelanggannya. Chatting via aplikasi messaging kini adalah sesuatu yang lumrah. Cepat dalam merespons pesan adalah ekspektasinya. Termasuk

Integrasi Penuh dengan WhatsApp dan WhatsApp For Business

Tahukah Anda kalau orang Indonesia itu hobi chatting? Lalu, Whatsapp adalah aplikasi pesan instan nomor satu di Nusantara ini. Nah, solusi 3Dolphins SRM (Social CRM) kini sudah terintegrasi penuh dengan WhatsApp for Business. Maksudnya terintegrasi penuh adalah sekarang baik komponen Chatbot maupun Omni-Channel Contact Center dari 3Dolphins bisa nyambung dengan aplikasi IM (Instant Messaging) favorit orang Indonesia ini. Sebelumnya

SLA Report Untuk Meningkatkan Kinerja Tim Support

You can’t improve what you don’t measure.  Untuk itulah kami menambahkan fitur Service Level Agreement (SLA) Report ke dalam komponen omni-channel contact center dari solusi 3Dolphins SRM. Sesuai namanya, fitur ini menyajikan laporan tingkat pencapaian SLA dari tim, customer support baik internal maupun eksternal. Fitur ini menghilangkan kerja manual dalam membuat laporan SLA. Proses kerja

Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan Di Mobile App Dengan Live Chat SDK

Chatbot kini bisa ngobrol secara live dengan pengguna aplikasi mobile. Kemampuan live chat secara native di dalam aplikasi mobile ini tentunya menjadi benefit tambahan untuk pelanggan Anda, sehingga mereka pun menjadi lebih loyal. Untuk itulah kami merilis Mobile Live Chat SDK, melengkapi solusi 3Dolphins SRM (Social Relationship Management).  Data dari AppsFlyer menunjukkan bahwa app uninstall rate di

Integrasi Instagram, Skype dan Microsoft Team

Hari ini kami menambahkan integrasi tiga channel baru –yakni Instagram, Skype dan Microsoft Team- ke solusi omni-channel contact center 3Dolphins. Melalui penambahan ini, 3Dolphins kini bisa terhubung dengan total 16 channel. Jadi bisnis bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di channel mana pun yang mereka sukai, platform dimana mereka nyaman menggunakannya. Bisnis pun menjadi lebih responsif

Pending Intent, dialog chatbot lebih luwes tapi tetap terarah.

Setiap orang pasti punya maksud tertentu ketika berinteraksi dengan chatbot, apakah itu untuk booking servis di bengkel, membeli barang di toko online, atau blokir  kartu kredit. Namun seringkali ketika percakapan dengan chatbot berlangsung, orang tadi mengubah arah pembicaraan. Dia memulai topik baru yang sama sekali berbeda dengan maksud awal berbicara dengan chatbot. Perilaku orang seperti

© 2019 PT. InMotion Inovasi Teknologi