Cara Menghitung CSAT: Rumus Lengkap dan Tips Meningkatkan Skor

Tim CS kerap dihadapi oleh kenyataan untuk melayani ratusan percakapan setiap hari. Namun, ada pertanyaan yang customer service bisa jawab dengan pasti, yakni soal “apakah pelanggan benar-benar puas setelah berinteraksi dengan bisnis?”.

Metrik ini hanya bayangan semata tanpa adanya angka yang terukur. Jawaban mungkin hanya bersandar pada tebakan tim CS yang belum tentu sepenuhnya benar. Dengan begitu, risiko berakibat ke pelatihan agen, pemilihan channel, hingga perbaikan proses yang menjadi kurang tepat sasaran.

Di sinilah CSAT hadir sebagai jawabannya. Metrik ini bukan sekadar angka di dashboard, melainkan sinyal langsung dari pelanggan tentang kualitas layanan pelanggan. Indikator kesuksesan layanan pelanggan seringkali bersandar pada skor CSAT. Namun, benarkah demikian?

Untuk menjawab hal terkait bagaimana perhitungan CSAT hingga cara meningkatkannya. Berikut adalah artikel lengkap yang dapat menjawab semua pertanyaan tersebut.

Apa Itu CSAT?

CSAT, atau Customer Satisfaction Score, adalah metrik yang mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap satu interaksi spesifik dengan bisnis. Angkanya didapat dari survei singkat yang dikirim tepat setelah pelanggan selesai berinteraksi dengan tim CS.

Berbeda dengan NPS yang mengukur loyalitas jangka panjang, CSAT fokus pada satu momen. Inilah yang membuat metrik ini sangat relevan untuk mengevaluasi kualitas layanan di level agen maupun channel komunikasi.

Menurut IBM, CSAT memberi bisnis gambaran tentang kepuasan pelanggan jangka pendek maupun jangka panjang berdasarkan pengalaman interaksi nyata, bukan asumsi. Tak heran apabila metrik ini diagung-agungkan dan menjadi fokus utama dalam menentukan keberhasilan suatu interaksi dengan pelanggan.

 

Kenapa CSAT Jadi Prioritas Tim CS?

Pelanggan yang tidak puas tidak selalu datang lalu mengajukan komplain secara langsung. Faktanya, pelanggan cenderung diam, lalu pergi tanpa memberikan alasan mengapa mereka tidak puas terhadap interaksi atau layanan yang diterima.

Di sinilah peran CSAT dalam memberikan kontribusi jelas terhadap kelangsungan hubungan dengan pelanggan. Data CSAT dapat memberikan tim CS early warning sebelum customer churn terjadi.

Dengan memantaunya secara konsisten, masalah dapat terdeteksi, entah itu bersumber proses, agen, atau channel tertentu sebelum berdampak lebih jauh ke bisnis. Lebih dari itu, CSAT adalah salah satu KPI yang bisa dikomunikasikan ke manajemen untuk mendukung keputusan berbasis data.

Baca artikel 3Dolphins.ai tentang 7 Contoh KPI Customer Service yang Wajib Dipantau untuk gambaran metrik CS secara menyeluruh.

 

Rumus CSAT dan Cara Menghitungnya

Cara menghitung CSAT sangat sederhana. Berikut rumus CSAT yang paling umum digunakan tim CS di seluruh dunia:

 

CSAT (%) = (Jumlah Responden Puas ÷ Total Responden) × 100



“Responden puas” adalah pelanggan yang memberikan rating positif, yaitu skor 4 atau 5 dari skala 1 sampai 5. Sementara itu, skor 1 dan 2 dikategorikan tidak puas, sementara skor 3 dianggap netral.

 

Bagaimana Survei CSAT Dirancang?

Survei CSAT biasanya hanya mengajukan satu pertanyaan utama kepada pelanggan setelah interaksi selesai. Contoh pertanyaannya: “Seberapa puas Anda dengan layanan yang Anda terima hari ini?”. Pertanyaan ini kerap kali muncul selepas tiket diselesaikan, baik oleh pelanggan maupun agen.

Melalui pertanyaan itu, pelanggan biasanya diarahkan untuk memilih skor dalam rentang tertentu. Skala 1 sampai 5 adalah yang paling populer karena mudah dipahami dan tidak membebani responden.

 

SkorKategori
1 – 2Tidak Puas
3Netral
4 – 5Puas

 

Contoh Cara Menghitung CSAT

Skenario menghitung CSAT dapat dilakukan dengan asumsi bahwa tim CS memberikan 200 respons survei dalam satu bulan. Dari jumlah itu, 160 pelanggan memberi skor 4 atau 5.

CSAT = (160 ÷ 200) × 100 = 80%

Dari kasus di atas, 80% pelanggan merasa puas dengan layanan pelanggan pada bulan ini. Angka ini kemudian bisa dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau dengan standar industri sebagai tolok ukur kinerja.

Tren CSAT dari waktu ke waktu jauh lebih informatif daripada satu angka statis. Penurunan 5% dalam dua bulan berturut-turut, misalnya, adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan.

 

Cara Menghitung CSAT vs Indeks Kepuasan Pelanggan (CSI)

Banyak yang menyamakan CSAT dengan CSI (Customer Satisfaction Index), padahal keduanya punya pendekatan yang berbeda secara mendasar.

CSAT mengukur kepuasan dari satu interaksi dengan satu pertanyaan langsung. Sementara cara menghitung indeks kepuasan pelanggan (CSI) lebih komprehensif, karena melibatkan beberapa atribut layanan yang masing-masing diberi bobot kepentingan.

Formula CSI adalah sebagai berikut:

 

CSI = (Nilai Rata-rata Tertimbang ÷ Nilai Maksimal) × 100%



Cara menghitung indeks kepuasan ini umumnya digunakan dalam penelitian formal atau evaluasi layanan skala besar. Untuk operasional tim CS sehari-hari, CSAT lebih praktis, cepat, dan mudah ditindaklanjuti.

 

Faktor yang Sering Menekan Skor CSAT

Memahami rumus CSAT baru separuh perjalanan. Anda juga perlu tahu faktor apa yang paling sering menarik angkanya ke bawah, agar perbaikan yang dilakukan tepat sasaran.

 

1. Response Time yang Terlalu Lambat

Pelanggan yang menunggu terlalu lama akan lebih mudah memberi rating negatif, meskipun permasalahannya terselesaikan. Studi menunjukkan bahwa pelanggan mengharapkan respons dalam hitungan menit, bukan jam.

Kesalahan dalam menyajikan impresi yang baik di awal tidak hanya berdampak pada satu pelanggan. Akibat besar dapat mengarah pada revenue bisnis yang terganggu karena response time buruk mengarah pada pengalaman yang buruk.

Baca terkait Dampak Slow Response ke RevenuE: Peran 5 Menit Pertama pada CS.


Untuk memberikan alur yang memuaskan agar pelanggan mendapatkan layanan yang diharapkan, salah satunya adalah menerapkan SOP yang sesuai. SOP customer service yang baik harus mencantumkan standar waktu respons yang jelas per channel. Tanpa standar ini, ekspektasi tim dan pelanggan tidak akan pernah selaras.

 

2. Masalah Tidak Selesai di Kontak Pertama

Ketika pelanggan harus mengulangi cerita yang sama ke agen berbeda, frustrasi meningkat drastis. Inilah mengapa First Contact Resolution (FCR) berhubungan langsung dengan naik-turunnya skor CSAT. Tim yang dilengkapi konteks lengkap tentang riwayat pelanggan akan jauh lebih cepat menyelesaikan masalah tanpa perlu eskalasi berulang.

Bisnis perlu memahami bahwa tiap waktu pelanggan berharga. Dengan begitu, tiap isu akan diupayakan untuk selesai dalam waktu yang sesuai, tanpa kurang dan lebih. Untuk mempermudahnya, platform omnichannel seperti yang disediakan oleh 3Dolphins dapat membantu agen untuk memahami seluruh permasalahan pelanggan meskipun dari arah berbeda.

 

3. Pengalaman yang Berbeda di Setiap Channel

Pelanggan yang mendapat respons cepat di WhatsApp tapi menunggu berjam-jam di email akan meragukan konsistensi layanan. Inkonsistensi antar-channel adalah salah satu keluhan terbesar pelanggan.

Solusi yang menyatukan semua channel dalam satu platform menjadi kunci untuk memastikan standar layanan yang seragam, di mana pun pelanggan memilih berinteraksi. Inilah yang diberikan oleh omnichannel customer service. Agen dapat memantau seluruh interaksi yang terjadi di kanal digital milik bisnis dalam satu dasbor yang tersentralisasi.

 

4. Agen yang Kekurangan Informasi

Agen yang tidak memiliki akses ke riwayat percakapan atau basis pengetahuan yang memadai akan memberikan jawaban yang lambat dan kurang akurat. Ini langsung berdampak pada skor CSAT.

Pelatihan rutin dan sistem yang memudahkan agen mengakses informasi adalah investasi yang berpengaruh langsung ke indeks kepuasan pelanggan. Namun, proses ini dapat ditangani dengan kemampuan Generative AI yang diintegrasikan ke dalam dasbor omnichannel. Agen dapat memberikan informasi dengan cepat dan akurat berdasarkan data bisnis, sehingga pelanggan pun dapat mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Baca juga panduan kami tentang SLA Customer Service untuk memahami standar yang perlu diterapkan tim CS Anda.

 

Cara Meningkatkan Skor CSAT

Setelah tahu cara hitung CSAT dan faktor yang memengaruhinya, langkah berikutnya adalah strategi konkret untuk meningkatkannya secara konsisten. Di sinilah teknologi yang tepat menjadi pembeda nyata.

 

Integrasi Kanal dalam Satu Dashboard

Tim CS yang harus berpindah-pindah antara WhatsApp, Instagram, live chat, dan email secara manual akan kesulitan memberikan respons yang cepat dan konsisten. Pesan yang terlewat atau terlambat langsung berkorelasi dengan penurunan CSAT.

Platform omnichannel customer service dari 3Dolphins, misalnya, memastikan semua pesan dari 22+ channel masuk ke satu tampilan terpusat. Tidak ada pelanggan yang terlupakan, dan tidak ada agen yang harus berpindah tab terus-menerus.

Misalnya, Bank Saqu mencatat peningkatan kepuasan pelanggan sebesar 35% setelah mengimplementasikan solusi omnichannel dari 3Dolphins. Hal ini membuktikan bahwa omnichannel 3Dolphins mampu menjadi jembatan kepuasan pelanggan.

 

Otomasi Respons untuk Pertanyaan Repititif

Sebagian besar tiket CS sebenarnya berisi pertanyaan serupa: jam operasional, status pesanan, cara reset password, dan lain-lain. Agen manusia yang menghabiskan waktu untuk pertanyaan ini akan kehilangan kapasitas untuk menangani isu yang lebih kompleks.

Chatbot berbasis AI menjawab pertanyaan-pertanyaan ini secara instan, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa antrean. Agen manusia pun bisa fokus pada kasus yang benar-benar membutuhkan empati dan pemecahan masalah mendalam.

3Dolphins menyediakan solusi chatbot AI yang terintegrasi dengan lebih dari 11 channel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, e-commerce, hingga manufaktur. Pantau juga performa chatbot Anda dengan membaca 9 KPI Chatbot yang Wajib Dipantau.

 

Analisis Data CSAT Secara Berkala

CSAT bukan metrik yang cukup dilihat sekali sebulan lalu dilupakan. Tren per agen, per channel, dan per kategori isu perlu dievaluasi secara rutin agar perbaikan bisa dilakukan sebelum masalah membesar.

Platform omnichannel yang baik menyediakan laporan performa real-time yang memudahkan manajer CS mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Data inilah yang mengubah CSAT dari angka di laporan menjadi aset strategis bagi bisnis.

 

Solusi All-in-One 3Dolphins untuk CSAT

Cara CS menghitung CSAT sebenarnya sederhana: jumlah responden puas dibagi total responden, dikalikan 100. Rumusnya mudah, tetapi makna di balik angkanya mampu memengaruhi bisnis secara signifikan.

CSAT yang konsisten tinggi bukan kebetulan. Hasil tersebut diperoleh dari kompilasi layanan pelanggan yang memuaskan, seperti response time yang cepat, penanganan masalah yang tuntas di kontak pertama, dan pengalaman yang seragam di setiap channel yang digunakan pelanggan.

Sebagai perusahaan yang fokus pada customer experience, komitmen 3Dolphins adalah memberikan kepuasan terhadap layanan yang diterima pelangga, seperti melalui solusi omnichannel dan chatbot AI. Dengan dukungan Generative AI dan Agentic AI yang dapat disematkan dalam solusi-solusi 3Dolphins, bisnis dapat meningkatkan performa secara lebih baik.


Jika tim CS masih kesulitan menjaga indeks kepuasan pelanggan tetap stabil di tengah volume interaksi yang tinggi, inilah saatnya mempertimbangkan platform omnichannel yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut.


FAQ: Cara Menghitung CSAT

Apa itu CSAT dalam customer service?

CSAT (Customer Satisfaction Score) adalah metrik yang mengukur kepuasan pelanggan terhadap satu interaksi spesifik dengan tim CS. Angkanya diperoleh dari survei singkat yang dikirim segera setelah percakapan selesai, dengan pertanyaan seperti “Seberapa puas Anda dengan layanan hari ini?”

Bagaimana rumus CSAT yang benar?

Rumus CSAT adalah: (Jumlah responden puas ÷ Total responden) × 100. “Responden puas” umumnya adalah pelanggan yang memberi skor 4 atau 5 dari skala 1 sampai 5.

Berapa CSAT yang dianggap bagus?

Secara umum, CSAT di atas 75% sudah tergolong baik untuk sebagian besar industri. CSAT di atas 85% mencerminkan layanan yang sangat konsisten dan prima. Tolok ukur ini bervariasi per industri.



Apa perbedaan CSAT dan cara menghitung indeks kepuasan (CSI)?

CSAT mengukur kepuasan dari satu interaksi dengan satu pertanyaan sederhana. CSI (Customer Satisfaction Index) lebih komprehensif karena melibatkan beberapa atribut layanan yang masing-masing diberi bobot kepentingan, lalu digabungkan menjadi satu indeks kepuasan keseluruhan.


Kapan sebaiknya survei CSAT dikirim?

Survei CSAT paling efektif dikirim segera setelah percakapan selesai, idealnya dalam 5 sampai 10 menit. Semakin cepat dikirim, semakin segar memori pelanggan tentang interaksi tersebut, dan semakin akurat data yang didapatkan.


Bagaimana cara meningkatkan CSAT yang rendah?

Langkah pertama: identifikasi channel atau agen dengan CSAT terendah untuk menemukan akar masalah. Dari sana, perbaiki standar response time, tingkatkan FCR, dan pertimbangkan chatbot untuk menangani pertanyaan berulang secara otomatis.


Baca Juga Lainnya