Ritel adalah industri yang memiliki kompetisi yang ketat, sehingga loyalty program retail membedakannya dengan kompetitor. Pilihan yang kian variatif dengan produk yang mudah dibandingkan membuat pelanggan dengan cepat berpindah haluan. Inilah saatnya loyalty program mempertahankan posisi.
Pelanggan di industri ritel cenderung berorientasi pada hal-hal yang bersifat transaksional. Harga yang bersaing menjadi faktor utama yang membuat pelanggan memilih atau berpaling. Namun, hubungan yang kuat yang dihadirkan dengan loyalty program adalah pengikat pelanggan agar kembali.
Promosi seringkali dijadikan alat mendulang keuntungan. Namun, bisnis perlu lebih cerdas dengan mengupayakan program loyalitas pelanggan agar hubungan jangka panjang dengan pelanggan yang sudah berinteraksi dengan bisnis terus berjalan.
Loyalty program-lah jembatan untuk mengatasi tantangan di industri kompetitif tersebut. Hal yang membuat pelanggan memilih bisnis yang sama secara konsisten. Berikut akan dijelaskan secara mendetail mengenai loyalty program pada industri ritel.
Apa yang Dimaksud dengan Loyalty Program Retail?
Loyalty program untuk retail merupakan program loyalitas pelanggan yang dikhususkan untuk pelanggan yang bergerak di penjualan produk atau jasa ke konsumen.
Kenapa Ritel Perlu Program Loyalitas?
Persaingan ketat memungkinkan program loyalitas menjadi penguat hubungan antara pelanggan dan bisnis. Namun, ada beberapa alasan utama yang membuat program loyalitas di industri retail adalah hal yang perlu dipertimbangkan.
1. Pengunggul Produk Mirip
Produk-produk yang ditawarkan ritel pada dasarnya memiliki kesama, unique selling point (USP) yang mungkin membedakan, meskipun masih serupa. Hal yang membuat bisnis perlu menghadirkan loyalty program adalah alasan klasik semacam ini.
Meskipun produk yang sama, nilai tambah dari program loyalitas yang dapat membuat pelanggan memilih bisnis karena adanya keterikatan. Pelanggan akan cenderung memilih bisnis yang memberikan keuntungan lebih dibandingkan harus memulai interaksi baru dengan bisnis yang lain meksipun terdapat perbedaan harga.
2. Biaya Lebih Murah daripada Akuisisi
Biaya yang dikeluarkan untuk proses mempertahankan pelanggan terhitung lebih terjangkau dibanding upaya memperluas jumlah jangkauan pelanggan. Bisnis dapat memberikan nilai-nilai tambah untuk pelanggan yang sudah berhubungan dengan bisnis dengan kemungkinan lebih besar untuk mereka kembali dan memberikan keuntungan kepada bisnis.
Proses akuisisi atau dalam hal ini promosi untuk menggaet pelanggan baru memakan tenaga dan biaya yang lebih besar. Alasannya karena terdapat kemungkinan luas proses tersebut tidak membuahkan hasil atau hasil yang dikeluarkan lebih sedikit daripada biaya yang dikerahkan.
3. Himpun Data Pelanggan
Proses loyalty program membutuhkan setidaknya data pribadi pelanggan, entah berupa nama, email, ulang tahun, dan sebagainya. Data-data ini tidak sembarangan diberikan oleh pelanggan apabila tidak menguntungkan atau lebih lanjut menyusahkan pelanggan.
Data yang berhasil dikumpulkan itulah yang dapat membantu bisnis menentukan langkah selanjutnya yang berbasis data. Melalui data yang diberikan, insight mengenai pelanggan akan jauh lebih terarah.
4. Meningkatkan Revenue
Alasan paling kuat dengan menghadirkan program loyalitas pelanggan adalah meningkatkan revenue bisnis. Upaya yang terarah ini mengizinkan bisnis untuk memperoleh keuntungan dengan cara yang lebih cepat dibandingkan harus mengenalkan produk dari awal ke pelanggan baru.
Faktor inilah yang membuat loyalty program sangat berdampak apabila diterapkan di industri retail. Pelanggan yang sudah pernah membeli memiliki peluang besar untuk dipertahankan dengan nilai tambah yang diberikan oleh bisnis.
Tujuan Program Loyalitas bagi Retail
Program loyalitas dalam industri ritel bukan hanya tentang memberi poin atau diskon. Di balik itu, terdapat tujuan strategis yang berkaitan langsung dengan pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya, dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
1. Meningkatkan frekuensi belanja
Salah satu tujuan utama program loyalitas adalah mendorong pelanggan untuk lebih sering berbelanja. Dengan adanya insentif seperti poin, promo khusus member, atau benefit berulang, pelanggan memiliki alasan tambahan untuk kembali ke toko yang sama. Dalam ritel dengan persaingan tinggi, frekuensi kunjungan yang konsisten menjadi kunci untuk menjaga pangsa pasar.
2. Meningkatkan nilai transaksi
Selain mendorong kunjungan, program loyalitas juga dirancang untuk meningkatkan nilai transaksi per pembelian. Benefit tertentu, seperti bonus poin untuk minimum pembelian atau reward khusus di nominal tertentu, secara tidak langsung mendorong pelanggan untuk menambah jumlah belanja. Strategi ini membantu ritel memaksimalkan revenue dari setiap kunjungan pelanggan.
3. Mengurangi churn
Program loyalitas berperan penting dalam menekan tingkat churn atau kehilangan pelanggan. Ketika pelanggan merasa memiliki manfaat yang terus berjalan—seperti poin yang terkumpul, status keanggotaan, atau benefit eksklusif—mereka cenderung berpikir dua kali sebelum berpindah ke kompetitor. Loyalitas ini tidak hanya berbasis harga, tetapi juga rasa keterikatan dengan bisnis.
4. Mengumpulkan data perilaku pelanggan
Setiap interaksi dalam program loyalitas menghasilkan data berharga. Mulai dari frekuensi belanja, kategori produk favorit, hingga preferensi kanal komunikasi. Data ini membantu bisnis ritel memahami perilaku pelanggan secara lebih mendalam dan menjadi dasar untuk personalisasi promo, pengembangan produk, hingga strategi komunikasi yang lebih relevan.
5. Membangun hubungan jangka panjang
Tujuan jangka panjang dari program loyalitas adalah membangun hubungan yang berkelanjutan antara brand dan pelanggan. Ketika pelanggan merasa dikenali, dihargai, dan dilayani secara konsisten, hubungan tersebut berkembang melampaui transaksi semata. Hubungan inilah yang pada akhirnya menciptakan loyal customer dengan nilai jangka panjang yang tinggi bagi bisnis ritel.
Step by Step Membangun Program Loyalitas Ritel
Dalam menyusun loyalty program retail, ada beberapa tahapan umum yang dapat dijadikan panduan. Program loyalitas pelanggan untuk ritel memerlukan beberapa perhatian agar strategi ini menguntungkan dan tepat sasaran. Berikut adalah step by step membangun loyalitas program untuk industri retail.
1. Kenali Pelanggan dan Kebutuhannya
Memahami pelanggan dan kebutuhannya adalah tahap awal ketika bertujuan untuk menerapkan strategi program loyalitas. Bisnis yang mengetahui siapa pelanggan dan buyer journey yang cenderung dilakukan oleh pelanggan **memudahkan bisnis retail dalam menentukan program yang tepat.
Bisnis perlu menganalisis target dari program ini, entah dari demografis, tujuan, dan sebagainya. Terlebih bagi bisnis yang mengandalkan kanal tertentu. Preferensi kanal favorit bisnis dapat menentukan arah loyalty program yang diberlakukan.
2. Tentukan Mekanisme Loyalitas
Setelah memahami pelanggan, bisnis perlu menentukan mekanisme loyalty program yang paling sesuai dengan perilaku mereka. Tidak semua pelanggan termotivasi oleh poin, dan tidak semua ritel cocok dengan sistem keanggotaan bertingkat.
Mekanisme seperti point-based, tier membership, cashback, atau referral sebaiknya dipilih berdasarkan kebiasaan belanja pelanggan, bukan sekadar tren pasar.
Pendekatan yang terlalu kompleks di awal justru dapat menghambat adopsi. Program loyalitas yang sederhana dan mudah dipahami akan lebih cepat diterima dan digunakan oleh pelanggan.
3. Tentukan Reward yang Relevan
Reward merupakan elemen krusial dalam program loyalitas karena menjadi alasan utama pelanggan untuk berpartisipasi. Namun, reward yang efektif bukan hanya soal nilai besar, melainkan soal relevansi dan kemudahan pencapaian. Diskon langsung, produk gratis, akses eksklusif, atau kolaborasi dengan partner dapat menjadi pilihan selama manfaatnya jelas bagi pelanggan.
Reward yang terlalu lama untuk dicapai atau sulit dipahami justru berpotensi menurunkan minat pelanggan. Semakin cepat pelanggan merasakan manfaat, semakin besar peluang terciptanya pembelian berulang.
4. Tentukan Customer Journey
Program loyalitas harus terintegrasi dalam customer journey, bukan berdiri sebagai sistem terpisah. Bisnis perlu memetakan dengan jelas bagaimana pelanggan bergabung, mengumpulkan poin atau benefit, menukarkan reward, hingga menerima pengingat. Setiap tahap harus dirancang agar minim hambatan dan mudah diakses.
Dalam konteks ritel, customer journey sering kali melibatkan berbagai kanal seperti kasir (POS), WhatsApp, SMS, atau aplikasi mobile. Konsistensi pengalaman di seluruh kanal menjadi faktor penting dalam menjaga kepuasan pelanggan.
5. Pilih Teknologi & Channel
Agar program loyalitas berjalan optimal, bisnis ritel membutuhkan dukungan teknologi yang tepat. Integrasi dengan sistem POS, CRM atau CDP memungkinkan pengelolaan data pelanggan secara terpusat. Selain itu, pemanfaatan WhatsApp Business API atau aplikasi mobile membantu bisnis menjangkau pelanggan di kanal yang paling sering mereka gunakan.
Teknologi juga berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional, misalnya melalui AI chatbot yang dapat menangani pertanyaan pelanggan terkait poin, promo, atau reward secara real-time.
6. Komunikasi & Aktivasi
Program loyalitas tidak akan efektif tanpa komunikasi yang konsisten. Pelanggan perlu terus diingatkan bahwa mereka terdaftar dan memiliki manfaat yang dapat digunakan. Pesan sambutan, pengingat poin yang akan kedaluwarsa, promo personal, hingga ucapan di momen tertentu membantu menjaga keterlibatan pelanggan.
Banyak program loyalitas gagal bukan karena reward yang kurang menarik, melainkan karena kurangnya aktivasi dan komunikasi yang relevan di sepanjang perjalanan pelanggan.
7. Ukur & Optimasi
Tahap akhir dari program loyalitas adalah pengukuran performa secara berkala. Metrik seperti jumlah anggota aktif, redemption rate, repeat purchase, hingga Customer Lifetime Value (CLV) membantu bisnis menilai efektivitas program yang dijalankan.
Hasil pengukuran ini menjadi dasar untuk melakukan optimasi, baik dari sisi mekanisme, reward, maupun komunikasi. Dengan pendekatan berbasis data, program loyalitas dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi bisnis ritel.
Contoh Program Loyalitas Pelanggan di Ritel
Program loyalitas di ritel Indonesia umumnya dirancang untuk mendorong pembelian berulang dan membangun kebiasaan pelanggan agar terus kembali. Setiap brand menerapkan pendekatan yang berbeda, tergantung pada karakter pelanggan, frekuensi belanja, serta ekosistem bisnis yang dimiliki.
Alfamart: Alfagift & Program Member Alfamart
Alfamart mengimplementasikan program loyalitas berbasis poin melalui Alfagift dan Member Alfamart. Program ini termasuk dalam tipe point-based loyalty program, di mana pelanggan mendapatkan poin setiap kali bertransaksi, baik di toko fisik maupun melalui aplikasi Alfagift. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan voucher belanja, diskon, atau produk tertentu.
Program loyalitas Alfamart diaplikasikan secara omnichannel, terintegrasi antara kasir (POS) dan aplikasi digital. Keuntungan utama bagi pelanggan adalah manfaat yang cepat dirasakan serta kemudahan penukaran reward. Bagi bisnis, model ini efektif untuk ritel dengan frekuensi kunjungan tinggi karena mendorong repeat purchase secara konsisten.
MAP (Mitra Adiperkasa): MAPCLUB
MAP Group menjalankan program loyalitas bernama MAPCLUB, yang termasuk dalam kategori coalition atau multi-brand loyalty program. Melalui satu akun membership, pelanggan dapat mengumpulkan poin dari berbagai brand di bawah naungan MAP, seperti fashion, sportswear, hingga lifestyle.
Program ini diaplikasikan di seluruh jaringan toko MAP, baik offline maupun online. Keuntungan bagi pelanggan terletak pada fleksibilitas penggunaan poin dan luasnya pilihan merchant. Sementara bagi MAP, program ini memperkuat retensi pelanggan di level ekosistem, bukan hanya di satu brand, sehingga meningkatkan nilai pelanggan dalam jangka panjang.
Matahari Department Store: Matahari Rewards
Matahari Department Store memiliki program loyalitas Matahari Rewards, yang menerapkan pendekatan tier-based membership dikombinasikan dengan sistem poin. Pelanggan akan mendapatkan poin dari setiap transaksi, dengan benefit yang meningkat sesuai level keanggotaan.
Program ini diaplikasikan di gerai fisik Matahari dan didukung oleh komunikasi promosi kepada member. Keuntungan utama bagi pelanggan adalah akses ke promo eksklusif dan benefit khusus sesuai tier. Sementara itu, sistem bertingkat mendorong pelanggan untuk meningkatkan frekuensi dan nilai belanja agar naik ke level keanggotaan berikutnya.
Indomaret: Indomaret Member & i.Saku
Indomaret menjalankan program Indomaret Member yang terintegrasi dengan ekosistem pembayaran digital i.Saku. Program ini termasuk tipe member-based loyalty dengan poin dan voucher, di mana pelanggan memperoleh poin setiap kali bertransaksi menggunakan kartu member atau aplikasi terkait.
Program loyalitas ini diaplikasikan di seluruh jaringan gerai Indomaret. Keuntungan bagi pelanggan adalah kemudahan pengumpulan dan penukaran poin, serta promo khusus member. Integrasi dengan dompet digital juga membuat pengalaman pelanggan menjadi lebih praktis dan cepat.
Superindo: Super Card
Superindo mengembangkan program loyalitas Super Card, yang termasuk dalam point-based loyalty program. Pelanggan mengumpulkan poin dari setiap transaksi dan dapat menukarkannya dengan voucher atau potongan belanja di kunjungan berikutnya.
Program ini diaplikasikan langsung di toko Superindo, dengan dukungan komunikasi digital untuk mengingatkan pelanggan tentang poin dan promo. Keuntungan utama bagi pelanggan adalah reward yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, sementara bisnis mendapatkan data perilaku belanja untuk mendukung strategi promosi yang lebih tepat sasaran.
Dari berbagai contoh di atas, terlihat bahwa program loyalitas yang sukses selalu disesuaikan dengan model bisnis dan perilaku pelanggan. Ritel dengan frekuensi kunjungan tinggi cenderung mengandalkan sistem poin sederhana, sementara ritel fashion dan lifestyle lebih menekankan membership dan eksklusivitas. Terlepas dari bentuknya, tujuan akhirnya tetap sama, yakni membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pengalaman yang konsisten dan bernilai.
Mulai Loyalty Program untuk Retail dengan 3Dolphins
Membangun loyalty program retail yang efektif bukan hanya soal konsep dan reward, tetapi tentang bagaimana seluruh pengalaman pelanggan terhubung secara konsisten. Mulai dari memahami perilaku pelanggan, menentukan mekanisme yang tepat, hingga menjaga komunikasi yang relevan, semuanya membutuhkan sistem yang mampu bekerja lintas kanal dan terintegrasi.
Di sinilah 3Dolphins membantu bisnis ritel menyederhanakan kompleksitas tersebut. Dengan pendekatan omnichannel, 3Dolphins memungkinkan bisnis mengelola interaksi pelanggan, data perilaku, serta komunikasi loyalty program dalam satu ekosistem terpadu. Hal ini membantu brand menghadirkan pengalaman yang lebih personal, cepat, dan relevan di setiap titik perjalanan pelanggan.
Didukung oleh integrasi teknologi seperti CRM/CDP, WhatsApp Business API, dan chatbot AI, 3Dolphins membantu bisnis ritel menjalankan program loyalitas yang tidak hanya aktif, tetapi juga berkelanjutan. Setiap interaksi menjadi peluang untuk membangun hubungan jangka panjang, bukan sekadar transaksi sesaat.
Jika bisnis Anda ingin memulai atau mengembangkan program loyalitas yang selaras dengan perilaku pelanggan ritel saat ini, 3Dolphins siap menjadi partner dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang berdampak nyata. Hubungi kami sekarang!
