Apa Itu Brand Persona dan Bagaimana Membuatnya?

Tidak hanya individu, bisnis juga perlu kepribadian yang dikenal luas dengan brand persona. Bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban di era digital ini, persona merek adalah identitas yang dapat membedakan bisnis dengan kompetitor.

Brand persona merupakan alat yang mencerminkan sebuah bisnis ketika berinteraksi dengan pelanggan. Persona atau kepribadian ini dapat dijadikan fondasi yang mencerminkan bisnis di mana pun berada.

Sama halnya dengan personal branding yang digadang-gadang menjadi tumpuan masyarakat digital di era serba media sosial ini, brand persona juga penting bagi bisnis untuk memberikn penilaian yang baik di mata pelanggan dan calon pelanggan secara umum.

Nilai yang dimiliki bisnis dapat dituangkan dengan persona yang dibesut. Hal inilah yang membuat tiap interaksi dapat sekaligus mencerminkan bagaimana nilai bisnis dalam sebuah industri.

Ada banyak hal yang dapat digunakan untuk memberikan persona merek yang berkesan. Namun, pengaplikasian hal tersebut dapat lebih optimal dengan memahami dulu dengan pengerti brand persona berikut.

 

 

Apa yang Dimaksud Persona Brand?

 

Brand persona adalah kumpulan sikap, misi, dan ciri khas kepribadian yang membantu membentuk citra merek secara keseluruhan.

Identitas bisnis dapat tecermin dari adanya brand persona, entah itu nilai-nilai, target pasar yang dituju, hingga tanggapan pelanggan terhadap bisnis. Secara singkat, karakteristik yang melekat pada sebuah nama brand merupakan kunci dari maksud brand persona.

Penerapan persona yang sesuai dengan pasar dan tujuan bisnis akan membuat tiap interaksi dengan pelanggan lebih berkesan. Persona yang sesuai juga membantu hubungan bisnis dengan pelanggan berjalan baik yang dapat memicu hubungan emosional yang terjadi antara dua pihak tersebut.

 

 

Kenapa Brand Perlu Memiliki Kepribadian?

 

Alasan utama bisnis perlu menciptakan brand personality atau citra produk adalah karena perlu adanya pembeda antara bisnis dengan kompetitor di industri yang serupa. Persona yang kuat akan membuat brand top of mind ketika pelanggan membutuhkan produk atau layanan tertentu yang berkaitan dengan bisnis.

Selain itu, terdapat sederet alasan lain kenapa brand persona adalah strategi penting yang harus diperhatikan.

 

 

1. Mudah Diingat

 

Setiap hari orang terpapar ratusan pesan dari berbagai bisnis. Iklan, notifikasi aplikasi, email promosi, sampai chat dari customer service bercampur jadi satu. Dalam kondisi seperti ini, hanya brand yang terasa “hidup” yang akan menempel di ingatan.

Kepribadian membuat bisnis terasa seperti sosok, bukan sekadar perusahaan. Ada bisnis yang terasa ramah, profesional, dan inovatif yang membuat mereka berbeda satu dan yang lain.

 

 

2. Perantara Koneksi Emosional

 

Biasanya, pelanggan tidak loyal pada produk, tetapi justru pada kepada kepercayaan yang diberikan. Kepribadian berperan besar dalam membangun rasa itu.

Bisnis dapat menciptakan customer experience yang baik dari brand persona dari mulai menenangkan pelanggan saat ada masalah, menjelaskan solusi, atau bahkan mengucapkan terima kasih. Dari situlah, hubungan jangka panjang dapat tercipta.

 

 

3. Konsistensi Menentukan Persepsi

 

Banyak bisnis punya masalah klasik, misalnya ketika interaksi terjadi di website persona terkesan profesional, tetapi chatbot di WhatsApp terasa kaku atau malah terlalu santai.

Inilah mengapa chatbot persona dapat menjadi solusi sesuai dengan persona dari brand. Kepribadian ini berfungsi sebagai panduan agar semua channel, dari iklan sampai customer service, terdengar selaras.

Untuk memudahkan hal tersebut, bisnis dapat menyatukan seluruh kanal dalam satu dasbor yang sama, seperti dalam solusi Service SRM 3Dolphins. Omnichannel yang terpusat membuat interaksi berjalan mulus dan konsisten karena dapat ditangani dalam satu sistem yang sama.

 

 

4. Kunci untuk AI dan Automation

 

Semakin banyak bisnis mulai memanfaatkan AI agent, chatbot, dan sistem otomatisasi. Tanpa persona yang jelas, AI akan menjawab dengan gaya netral dan generik. Hasilnya memang cepat, tapi terasa dingin dan tidak mewakili brand.

Dengan kepribadian yang terdefinisi, AI bisa berbicara dengan nada yang sesuai: ramah, profesional, atau visioner, tergantung karakter brand. Ini membuat pengalaman pelanggan tetap terasa manusiawi meski dilayani teknologi.

 

 

Contoh Persona Brand yang Dapat Diadaptasi

 

 

1. BRI

 

BRI dikenal sebagai bank yang paling dekat dengan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan usaha kecil. Persona yang dibangun bukan bank yang terasa jauh dan formal, melainkan mitra yang hadir di setiap tahap perjalanan usaha.

Lewat cara agen maupun chatbot Sabrina (chatbot BRI) berkomunikasi, bank satu ini menampilkan kepribadian membumi, dapat dipercaya, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Persona ini pun terlihat kuat dalam cara BRI berbicara di iklan, media sosial, dan program-programnya, yang banyak menampilkan kisah pedagang, petani, dan pelaku usaha kecil.

 

 

2. Coca Cola

 

Coca-Cola tidak hanya memosisikan sebagai minuman. Terdapat kebahagiaan, momen kebersamaan, dan perayaan kecil dalam hidup yang turut ditonjolkan dalam persona Coca-Cola.

Kepribadian ini terlihat jelas dari iklan, visual, dan kampanye global mereka yang hampir selalu menampilkan senyum, kebersamaan, dan suasana positif. Bahkan saat berbicara di media sosial atau kampanye digital, Coca-Cola jarang tampil kaku atau teknis, melainkan selalu mengajak audiens merasakan emosi yang sama.

 

 

3. Toshiba TV

 

Toshiba TV tampil sebagai brand yang fokus pada kualitas dan keandalan. Persona yang dibangun cenderung rasional dan profesional, dengan penekanan pada performa produk dan daya tahan. Cara Toshiba berkomunikasi dapat terkesan cerdas dan mudah diandalkan, sesuai dari positioning produknya yang dapat diandalkan untuk kebutuhan hiburan di rumah.

Hal ini terlihat dari materi promosi, deskripsi produk, dan komunikasi penjualannya yang lebih menonjolkan fitur, teknologi layar, dan spesifikasi. Toshiba ingin audiens melihat mereka sebagai pilihan yang aman dan masuk akal, bukan sekadar mengikuti tren.

 

 

4. Tesla

 

Tesla memproyeksikan diri sebagai bisnis yang berani menantang cara lama. Persona yang muncul adalah visioner, futuristik, dan penuh semangat perubahan. Melalui komunikasi dan produknya, Tesla tidak hanya menawarkan mobil, tetapi juga ide tentang masa depan yang lebih bersih, lebih cerdas, dan lebih berkelanjutan.

Persona ini terlihat dari cara Tesla dan pendirinya berbicara tentang teknologi, energi, dan inovasi, baik lewat peluncuran produk, presentasi, maupun media sosial. Narasi yang dibangun selalu mengarah pada perubahan besar, bukan sekadar fitur kendaraan.

 

 

5. Apple

 

Apple dikenal dengan persona yang tenang, elegan, dan penuh percaya diri. Brand satu ini jarang berbicara dengan nada menjual yang agresif, tetapi lebih menonjolkan bagaimana produknya menyatu dengan kreativitas dan kehidupan penggunanya. Semua terasa rapi, sederhana, dan premium, sehingga Apple tampil bukan hanya sebagai produsen teknologi, tetapi sebagai simbol gaya hidup modern.

Kepribadian ini melekat di setiap titik sentuh, mulai dari desain iklan, tampilan website, hingga pengalaman di Apple Store. Bahasa yang digunakan selalu minimalis dan fokus pada manfaat bagi pengguna, bukan jargon teknis, sehingga kesan premium dan eksklusif tetap terjaga.

 

 

6. XL

 

XL membangun persona sebagai perusahaan telekomunikasi yang dinamis dan dekat dengan keseharian penggunanya. Cara komunikasinya cenderung ringan, praktis, dan relevan dengan gaya hidup digital. XL ingin terlihat sebagai partner konektivitas yang selalu siap mendukung aktivitas, dari bekerja, belajar, hingga hiburan.

Persona ini terlihat dari cara XL berbicara di media sosial, iklan, dan kampanye digital yang sering memakai bahasa yang lebih santai dan kontekstual. Mereka tidak hanya menjual paket data, tetapi juga menampilkan bagaimana koneksi itu dipakai dalam kehidupan nyata.

 

 

Bagaimana Membuat Bisnis Dikenal dengan Persona Tertentu

 

Cara membangun brand persona untuk sebuah bisnis merupakan hal sedikit rumit. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan ketika bisnis ingin menerapkan identitas tertentu untuk dikenal khayalak.

Namun, langkah-langkah membuat brand persona berikut dapat menjadi panduan agar strategi persona berjalan sesuai.

 

 

1. Tentukan Nilai Bisnis

 

Pertanyaan pertama yang harus dipenuh ketika menciptakan brand persona adalah perihal nilai. “Apa yang membuat bisnis Anda menonjol?”, “Solusi unik apa yang membuat bisnis berbeda dari kompetitor?”, serta pertanyaan-pertanyaan lain yang menentukan nilai bisnis secara keseluruhan.

Memahami keunikan dan tujuan yang ingin dicapai sejalan dengan membangun brand persona dari awal. Dengan menentukan seperti apa bisnis, persona yang dibangun pun lebih sesuai dalam menjadi alat reperesentasi.

 

 

2. Pahami Target Audiens dan Pasar

 

Target audiens dan target pasar adalah kunci utama lain ketika membangun brand dari akar. Hal ini tidak hanya tepaku pada produk atau layanan tertentu yang ditawarkan.

Mengenal pelanggan yang tertarik terhadap solusi atau produk atau nilai yang ditawarkan bisnis, usia, pekerjaan, hingga hal-hal terkait lokasi dan gender adalah hal yang perlu dipahami terlebih dahulu. Ketika pemahaman mengenai hal tersebut sudah dipenuhi, brand persona dapat masuk untuk menarik mereka di level yang lebih personal.

 

 

3. Ciptakan Identitas Umum

 

Untuk menciptakan brand persona secara keseluruhan, bisnis perlu menentukan identitas secara umum terlebih dahulu. Identitas ini meliputi nama, visual, hingga pekerjaan dan usia atau hal lain yang sesuai dengan industri.

Memberikan karakteristik layaknya manusia membuat persona jauh lebih nyata. Semakin detail identitas yang diciptakan, membuat interaksi juga semakin erat dan humanis.

 

 

4. Definisikan Kepribadian Brand

 

Kepribadian brand dapat didefinisikan seperti manusia, seperti bagaimana persona tersebut berperilaku dan berinteraksi dengan audiens. Karakteristik ini yang akan membuat bisnis terasa nyata dan humanis.

Cara mudah melakukan ini adalah dengan membayangkan seperti apa brand apabila menjadi manusia. Misalnya, ramah, dapat dipercaya, lugas, suportif, dan sebagainya. Sifat-sifat dalam kepribadian tersebut akan membantu mengarahkan brand voice serta visual yang nantinya ditentukan.

 

 

5. Jabarkan Cara Komunikasi

 

Brand voice adalah kunci komunikasi bisnis dengan pelanggan. Cara berinteraksi dan merespons percakapan membantu pelanggan dapat dengan mudah menyadari dan terhubung dengan bisnis di berbagai kanal.

Konsistensi yang diciptakan akan menjadi gambaran kepribadian dan nilai utama bisnis. Nada bicara ini pun dapat disesuaikan sesuai kanal interaksi terjadi, seperti lebih supel dan trendy di media sosial dan lebih suportif di kanal customer support.

 

 

6. Buat Identitas Visual

 

Visualisasi dapat menjadi acuan mengenal bisnis dengan cara paling mudah. Bisnis dapat menentukan logo, warna, huruf, hingga grafik.

Bantuan desainer dapat memberikan arahan menentukan warna yang sesuai, seperti biru untuk lebih profesional dan kuning untuk persona yang lebih ceria.

 

 

Membangun Brand Persona yang Konsisten di Seluruh Kanal

 

Setelah memahami pentingnya brand persona, hal penting yang seringkali terlupakan adalah konsistensi. Persona yang selaras di seluruh kanal menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan di tiap touchpoint.

Namun, konsistensi adalah hal mustahil apabila bisnis hanya mengandalkan cara konvensional untuk mengatur serbuan pelanggan dari berbagai arah. Bahkan, bagi bisnis dengan volume interaksi yang tinggi, backlog dapat menjadi permasalahan yang dapat merugikan bisnis secara keseluruhan.

Tentu memanfaatkan teknologi dapat dijadikan sebagai jawaban. Seperti menghadirkan platform omnichannel di dalam rangkaian customer experience. Solusi ini dapat memberikan bisnis kemudahan memberikan layanan yang seragam di seluruh kanal.

Seperti omnichannel pada umumnya, Service SRM 3Dolphins dapat menjadi solusi mengintegrasikan seluruh kanal di dalam satu dasbor terpusat. Dashboard ini nantinya dapat menerima seluruh pertanyaan dan kueri yang masuk dari pelanggan, baik itu dalam bentuk pesan maupun komentar di media sosial.

Fitur single dashboard omnichannel 3Dolphins juga dapat didukung dengan kekuatan Generative AI untuk memberikan bantuan pada agen memberikan respons yang tepat.

Sebagai perusahaan yang fokus pada customer experience, 3Dolphins juga memiliki solusi chatbot yang dapat dipersonalisasikan sesuai persona perusahaan. Dukungan AI dalam chatbot 3Dolphins memberikan fleksibilitas bagi bisnis sesuai kebutuhan.

Untuk mendiskusikan lebih lanjut, hubungi 3Dolphins sekarang! Tim profesional kami akan memberikan solusi yang sesuai dengan yang Anda butuhkan!