Kategori dan Cara Kirim Broadcast WhatsApp Resmi

Cara mengirim pesan broadcast, seperti halnya di WhatsApp, memiliki tujuan yang sama, yakni menyampaikan maksud bisnis ke pelanggan dalam jumlah banyak dalam satu waktu. Beberapa kendala yang dialami ketika melakukan broadcast WhatsApp adalah penolakan, pembatasan, hingga pemblokiran.

Meskipun WhatsApp sudah menyediakan aplikasi WhatsApp Bisnis, kemampuan broadcast pesan yang terbatas dapat menghambat seluruh proses bisnis. Alasan ini yang membuat bisnis dengan skala menengah hingga tinggi perlu meningkatkan kapabilitas WhatsApp broadcast melalui platform berbasis API.

WhatsApp broadcast resmi dengan API memiliki kemampuan jauh di atas broadcast manual di aplikasi WhatsApp. Bisnis dapat menyertakan automasi hingga fitur-fitur unggulan WhatsApp untuk meningkatkan performa broadcast.

Untuk memudahkan proses implementasi ini, Anda dapat mempelajari bagaimana cara kirim WhatsApp broadcast resmi beserta kategorisasi tiap broadcast. Selengkapnya akan dibahas melalui artikel 3Dolphins berikut.

 

 

Kirim WhatsApp Broadcast Resmi

 

WhatsApp broadcast resmi pada dasarnya dibedakan menjadi dua, melalui aplikasi WhatsApp Bisnis dan dengan WhatsApp Business Platform. Keduanya berada di ekosistem resmi Meta.

Perbedaan keduanya terletak pada kemampuan tiap media untuk melakukan broadcast. Aplikasi WhatsApp Bisnis biasa hanya dapat mengirim pesan maksimal ke 256 kontak dalam satu kali kirim. Bisnis juga harus menyimpan seluruh nomor tersebut untuk melakukan broadcast meskipun pesan tersebut tidak dapat dipersonalisasi.

Sementara itu, broadcast dengan WhatsApp Business Platform mengizinkan bisnis mengirim pesan ke ribuan kontak dengan personalisasi tanpa khawatir banned. Pesan pun akan dikirim secara otomatis berdasarkan jadwal yang sudah diatur, sehingga proses akan jauh lebih seeamless.

Lantas, mengapa bisnis perlu menggunakan kanal resmi untuk mengirim broadcast dalam jumlah besar?

Keuntungan Broadcast WhatsApp dengan WhatsApp Resmi

Bisnis yang mengadopsi WhatsApp Bisnis Platform akan dimanjakan dengan beberapa keunggulan yang menguntungkan bisnis. Berikut di antaranya.

Menjangkau Pelanggan Langsung


Mengirim pesan broadcast berbeda dengan iklan. Bisnis dapat mengirim pesan promosi, notifikasi, dan pengingat secara spesifik ke pelanggan tertentu. Personalisasi yang dapat ditambahkan dalam pesan yang akan dikirim berdampak pada peningkatan customer experience.

Dalam bisnis berskala besar, personalisasi di WhatsApp broadcast menjadi pembeda antara bisnis dan kompetitor. Mempersonalisasi isi pesan dengan kebiasaan dan preferensi pelanggan adalah sebuah langkah strategis yang hanya bisa dilakukan di WhatsApp Business Platform.

Meningkatkan Engagement

Salah satu dampak dari personalisasi di WhatsApp bermuara pada peningkatan engagement. Hal ini karena tiap pelanggan memiliki isi pesan berbeda, dimulai dari sapaan hingga isi.

Memanfaatkan platform besar WhatsApp, potensi broadcast dilihat dan pelanggan berinteraksi dengan pesan tersebut akan jauh lebih besar. Hal inilah yang perlu dimanfaatkan bisnis sebagai sarana interaksi dengan pelanggan dengan cara terstruktur.

Mendukung Promosi dan Campaign

Marketing dapat melakukan aktivitas kampanye melalui WhatsApp dengan mengirim pesan broadcast berisi promosi. Dengan menempatkan bisnis di channel WhatsApp, pelanggan dengan aktivitas besar di kanal ini akan membuat tingkat kesuksesan promosi dapat lebih tinggi.

Kategori Broadcast WhatsApp untuk Bisnis

Dalam WhatsApp Business Platform, pesan bisnis secara umum dapat dibedakan menjadi tiga kategori utama, yaitu Marketing, Utility, dan Authentication. Setiap kategori memiliki tujuan yang berbeda, sehingga bisnis perlu memilih kategori pesan yang sesuai dengan konteks komunikasi.

 

2.1 Marketing

Pesan Marketing digunakan untuk membantu bisnis menjangkau pelanggan dengan konten yang bersifat promosi, engagement, maupun kampanye. Jenis pesan ini bertujuan mendorong pelanggan melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, menggunakan promo, atau mengikuti campaign.

Contoh penggunaan Marketing:

Promosi

Digunakan untuk menawarkan diskon, voucher, flash sale, atau special offer. Contoh pesan:

πŸŽ‰ Promo Spesial untuk Anda!
Nikmati diskon hingga 30% untuk produk pilihan kami. Promo berlaku sampai 7 September 2026.

Jangan lewatkan penawarannya!
πŸ‘‰ Belanja Sekarang

 

Kampanye

Digunakan untuk mengajak pelanggan mengikuti campaign, event, launching produk, atau aktivitas marketing lainnya. Contoh pesan:

πŸš€ Produk Baru Segera Hadir!
Temukan pengalaman baru bersama [Nama Produk] yang akan diluncurkan pada 10 September 2026.

Jadilah yang pertama mendapatkan informasinya.
πŸ‘‰ Lihat Selengkapnya

 

Re-engagement


Digunakan untuk kembali menjangkau pelanggan yang sudah lama tidak berinteraksi dengan bisnis.

Contoh pesan:

Hai, {{nama}}! Sudah lama tidak berbelanja bersama kami. πŸ‘‹

Khusus untuk Anda, kami punya voucher diskon Rp50.000 untuk pembelian berikutnya.

Gunakan kode BACK50 sebelum 10 September 2026.
πŸ‘‰ Gunakan Voucher

 

2.2 Utility

Pesan Utility digunakan untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan transaksi, aktivitas, atau layanan yang sedang dilakukan pelanggan. Berbeda dengan Marketing, pesan Utility berfokus pada informasi yang dibutuhkan pelanggan dan bukan untuk mempromosikan produk atau layanan.

Contoh penggunaan Utility:

 

Konfirmasi Pesanan

Digunakan untuk menginformasikan bahwa pesanan pelanggan telah berhasil dibuat atau diproses.

Contoh pesan:

Halo, {{nama}}.
Pesanan Anda dengan nomor #123456 telah berhasil dikonfirmasi.

Total pembayaran: Rp350.000
Status: Sedang diproses

πŸ‘‰ Lihat Detail Pesanan

 

Update Pengiriman

Digunakan untuk memberikan informasi terbaru mengenai status pengiriman.

Contoh pesan:

Halo, {{nama}}.
Pesanan #123456 sedang dalam perjalanan dan diperkirakan tiba pada 5 September 2026.

Anda dapat memantau status pengiriman melalui tombol di bawah.
πŸ‘‰ Lacak Pesanan

Reminder
Digunakan untuk mengingatkan pelanggan mengenai aktivitas atau jadwal yang sudah mereka lakukan atau miliki.

Contoh pesan:

Halo, {{nama}}.
Ini adalah pengingat bahwa appointment Anda dijadwalkan besok, 3 September 2026, pukul 10.00 WIB.

πŸ‘‰ Konfirmasi Appointment

 

3. Authentication / OTP

Pesan Authentication digunakan untuk membantu memverifikasi identitas pengguna melalui kode autentikasi, seperti OTP. Jenis pesan ini biasanya digunakan ketika pelanggan melakukan login, registrasi akun, reset password, atau membutuhkan verifikasi nomor telepon.

Contoh penggunaan Authentication:

 

Login OTP

Kode verifikasi Anda adalah 123456.
Kode ini berlaku selama 5 menit. Jangan bagikan kode ini kepada siapa pun.

 

Registrasi Akun

Kode OTP untuk memverifikasi nomor WhatsApp Anda adalah 789012.
Kode ini berlaku selama 5 menit.

 

Reset Password

Gunakan kode 456789 untuk mengatur ulang password akun Anda. Kode berlaku selama 5 menit.


Dengan memahami perbedaan Marketing, Utility, dan Authentication, bisnis dapat menentukan kategori pesan yang tepat sebelum membuat WhatsApp Message Template dan mengirimkannya kepada pelanggan.

Syarat Mengirim Broadcast WhatsApp Secara Resmi

 

Sebelum mengirim broadcast kepada pelanggan, bisnis perlu memenuhi beberapa persyaratan agar komunikasi dapat dilakukan melalui kanal resmi WhatsApp Business Platform dan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

 

Menggunakan WhatsApp Business Platform

Untuk mengirim broadcast dalam skala bisnis, gunakan WhatsApp Business Platform. Platform ini memungkinkan bisnis mengirim pesan kepada pelanggan secara lebih terstruktur serta mengintegrasikan WhatsApp dengan sistem bisnis seperti CRM, customer service platform, atau marketing automation.

Berbeda dengan WhatsApp Business App yang lebih ditujukan untuk kebutuhan bisnis skala kecil, WhatsApp Business Platform dirancang untuk komunikasi bisnis dalam skala yang lebih besar dan terintegrasi.

 

Memiliki WhatsApp Business Account

Bisnis perlu memiliki akun bisnis WhatsApp yang terhubung dengan WhatsApp Business Platform. Akun ini menjadi identitas bisnis saat berkomunikasi dengan pelanggan melalui WhatsApp.

Pastikan informasi bisnis seperti nama, profil, dan detail perusahaan sudah sesuai agar pelanggan dapat mengenali bisnis dengan mudah.

 

Mendapatkan Opt-in dari Pelanggan

Salah satu hal penting sebelum mengirim broadcast adalah memastikan pelanggan telah memberikan opt-in untuk menerima pesan dari bisnis.

Opt-in berarti pelanggan memberikan persetujuan untuk menerima komunikasi melalui WhatsApp. Persetujuan ini dapat diperoleh melalui berbagai touchpoint, seperti website, formulir, aplikasi, atau saat proses transaksi.

Contoh:

β€œSaya bersedia menerima informasi, promo, dan penawaran dari [Nama Bisnis] melalui WhatsApp.”

Jangan menggunakan database nomor telepon yang diperoleh tanpa persetujuan pelanggan untuk melakukan broadcast.

 

Menggunakan WhatsApp Message Template

Untuk pesan yang dikirim secara proaktif oleh bisnis, terutama ketika berada di luar customer service window, bisnis perlu menggunakan WhatsApp Message Template yang sesuai. Template perlu dibuat berdasarkan tujuan pesan, misalnya:

  • Marketing untuk promosi dan campaign
  • Utility untuk informasi terkait transaksi atau layanan
  • Authentication untuk OTP dan verifikasi

Pemilihan kategori harus sesuai dengan isi sebenarnya dari pesan, bukan sekadar memilih kategori yang dianggap paling mudah mendapatkan approval.

 

Mengikuti Kebijakan WhatsApp

Setiap pesan yang dikirim melalui WhatsApp Business Platform harus mengikuti kebijakan dan ketentuan WhatsApp. Bisnis perlu memastikan pesan tidak mengandung konten yang dilarang serta tidak digunakan untuk mengirim spam atau komunikasi yang tidak diinginkan.

Selain isi pesan, kualitas interaksi dengan pelanggan juga penting. Tingginya jumlah pelanggan yang memblokir atau melaporkan pesan dapat berdampak pada kualitas messaging bisnis.

 

Menyediakan Opsi untuk Berhenti Menerima Pesan

Bisnis juga sebaiknya memberikan cara yang jelas bagi pelanggan untuk berhenti menerima komunikasi marketing jika mereka tidak lagi menginginkannya. Misalnya:

Tidak ingin menerima informasi promo dari kami? Balas STOP untuk berhenti berlangganan.


Dengan memberikan kontrol kepada pelanggan, bisnis dapat menjaga kualitas database sekaligus mengurangi risiko pesan dianggap mengganggu.

 

Memilih Platform atau Provider Resmi

Jika bisnis tidak membangun integrasi WhatsApp Business Platform sendiri, bisnis dapat menggunakan platform atau provider yang menyediakan akses resmi ke WhatsApp Business Platform.

Saat memilih provider, pastikan solusi yang digunakan mendukung kebutuhan, seperti broadcast, template management, audience segmentation, automation, analytics, dan integrasi dengan sistem bisnis.

Setelah seluruh persyaratan tersebut terpenuhi, bisnis dapat mulai menyiapkan audience, membuat template, dan mengirimkan broadcast WhatsApp melalui platform yang digunakan.

 

Cara Kirim Broadcast WhatsApp Resmi

Mengirim broadcast WhatsApp untuk kebutuhan bisnis tidak cukup hanya dengan memiliki database nomor pelanggan. Bisnis perlu memastikan nomor tersebut memiliki izin untuk menerima komunikasi, menentukan kategori pesan, membuat template yang sesuai, lalu mengirimkannya melalui WhatsApp Business Platform.

Salah satu platform yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah 3Dolphins. 3Dolphins menyediakan solusi WhatsApp Business Platform yang dapat digunakan untuk WhatsApp Broadcast, termasuk kebutuhan messaging untuk marketing, utility, dan OTP. Berikut langkah-langkahnya.

 

Tentukan Tujuan Broadcast

Langkah pertama adalah menentukan tujuan komunikasi sebelum membuat pesan. Tujuan ini akan menentukan kategori template, target audience, hingga CTA yang digunakan. Misalnya:

  • Ingin meningkatkan penjualan β†’ Marketing
  • Ingin mengirim promo β†’ Marketing
  • Ingin menginformasikan status pesanan β†’ Utility
  • Ingin mengingatkan appointment β†’ Utility
  • Ingin mengirim kode verifikasi β†’ Authentication

Menentukan tujuan sejak awal membantu bisnis menghindari penggunaan template yang tidak sesuai dengan isi pesan.

 

Siapkan dan Segmentasikan Database Pelanggan

Setelah tujuan ditentukan, siapkan database pelanggan yang akan menerima broadcast. Jangan langsung mengirim satu pesan kepada seluruh database. Segmentasikan pelanggan berdasarkan informasi yang relevan, seperti:

 

  • Demografi
  • Produk yang pernah dibeli
  • Riwayat transaksi
  • Lokasi
  • Tahap customer journey
  • Ketertarikan terhadap produk
  • Aktivitas atau engagement sebelumnya

 

Misalnya, pelanggan yang baru membeli produk A tidak harus menerima promo produk A lagi. Mereka mungkin lebih relevan menerima informasi mengenai produk pelengkap atau layanan tambahan.

Dengan segmentasi, pesan yang dikirim dapat menjadi lebih relevan sekaligus mengurangi kemungkinan pelanggan merasa terganggu.

Pastikan Pelanggan Sudah Memberikan Opt-in

Sebelum melakukan broadcast, pastikan pelanggan telah memberikan persetujuan untuk menerima komunikasi dari bisnis melalui WhatsApp.

WhatsApp juga mengharuskan bisnis bertanggung jawab atas metode opt-in dan menghormati permintaan pelanggan untuk berhenti menerima komunikasi. Opt-in dapat dikumpulkan melalui berbagai touchpoint, misalnya:

  • Website
  • Landing page
  • Formulir
  • Aplikasi
  • Saat checkout
  • Event
  • Customer service

Contoh checkbox pada formulir:

β˜‘ Saya bersedia menerima informasi, promo, dan penawaran dari [Nama Bisnis] melalui WhatsApp.



Database nomor telepon yang diperoleh tanpa persetujuan sebaiknya tidak digunakan untuk broadcast marketing.

 

Buat WhatsApp Message Template

Selanjutnya, buat template pesan sesuai dengan tujuan broadcast. Untuk pesan yang diinisiasi oleh bisnis, WhatsApp Business Platform menggunakan template pesan yang telah disetujui. Di luar customer service window, bisnis juga hanya dapat memulai kembali percakapan menggunakan template yang telah disetujui.

 

Template Marketing

Hai, {{1}}!
Ada promo spesial untuk Anda. Dapatkan diskon {{2}}% hingga {{3}}.

Jangan lewatkan penawarannya!
[Lihat Promo]

 


Template Utility

Halo, {{1}}.
Pesanan #{{2}} telah dikirim dan diperkirakan tiba pada {{3}}.

[Lacak Pesanan]

 


Template Authentication

Kode verifikasi Anda adalah {{1}}.
Kode ini berlaku selama {{2}} menit. Jangan bagikan kode ini kepada siapa pun.

Pastikan isi template benar-benar sesuai dengan kategori yang dipilih. Template Marketing tidak seharusnya digunakan untuk menyamarkan pesan promosi sebagai Utility.

 

Ajukan Template untuk Approval

Setelah template selesai dibuat, template perlu diajukan untuk ditinjau sebelum digunakan untuk broadcast. Pada tahap ini, perhatikan beberapa elemen seperti:

  • Nama template
  • Kategori template
  • Isi pesan
  • Variable atau parameter
  • CTA
  • Bahasa template

Pastikan setiap variable memiliki konteks yang jelas. Misalnya, gunakan {{1}} untuk nama pelanggan dan {{2}} untuk nomor pesanan sesuai dengan struktur template.

 

Pilih Audience yang Akan Menerima Broadcast

Setelah template tersedia, pilih segment pelanggan yang menjadi target campaign. Misalnya, bisnis e-commerce dapat membuat segmentasi seperti:

Segment A: Customer yang pernah membeli dalam 30 hari terakhir
β†’ Campaign cross-selling

Segment B: Customer yang belum membeli selama 6 bulan
β†’ Re-engagement campaign

Segment C: Customer yang pernah melihat produk tertentu
β†’ Product promotion

Segment D: Seluruh customer yang memiliki opt-in
β†’ Campaign announcement

 

Di 3Dolphins, WhatsApp dapat digunakan untuk kebutuhan campaign dan promotional messaging dengan pengelolaan audience yang lebih terstruktur.

 

Personalisasikan Isi Pesan

Broadcast tidak harus berarti pesan yang identik untuk semua orang. Dengan menggunakan variable, bisnis dapat memasukkan informasi pelanggan ke dalam pesan, seperti nama, produk, nomor pesanan, atau informasi lain yang relevan.

 

Tentukan Jadwal Pengiriman

Selanjutnya, tentukan kapan broadcast akan dikirim. Waktu pengiriman dapat disesuaikan dengan karakteristik audience dan tujuan campaign. Misalnya, reminder appointment sebaiknya dikirim mendekati waktu appointment, sedangkan campaign promosi dapat dijadwalkan berdasarkan periode promo.

Untuk campaign besar, bisnis juga dapat mempertimbangkan pengiriman secara bertahap agar performanya dapat dipantau dan dievaluasi.

 

Kirim Broadcast melalui Platform WhatsApp Business

Setelah audience, template, dan jadwal siap, broadcast dapat dikirim melalui platform yang terhubung dengan WhatsApp Business Platform.

Dengan 3Dolphins, WhatsApp dapat digunakan bukan hanya untuk mengirim broadcast, tetapi juga menjadi bagian dari customer experience yang lebih luas. Platform 3Dolphins menggabungkan WhatsApp Business Platform dengan capabilities seperti omnichannel customer service, chatbot, automation, analytics, dan integrasi dengan sistem bisnis.

Artinya, alur komunikasi tidak harus berhenti setelah pelanggan menerima broadcast. Contohnya:

Broadcast promo β†’ Customer klik CTA β†’ Customer masuk ke WhatsApp β†’ Chatbot memberikan informasi β†’ Percakapan diteruskan ke agent β†’ Sales melakukan follow-up

Dengan workflow seperti ini, WhatsApp dapat digunakan bukan hanya sebagai media broadcast, tetapi sebagai bagian dari customer journey.

 

Monitor Performa Broadcast

Setelah broadcast dikirim, jangan berhenti pada jumlah pesan yang berhasil dikirim. Evaluasi performanya untuk mengetahui apakah campaign benar-benar menghasilkan engagement atau conversion. Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain:

 

  • Delivery rate
  • Read rate
  • Response rate
  • Click-through rate
  • Conversion rate
  • Jumlah pelanggan yang melakukan opt-out
  • Jumlah pelanggan yang memblokir bisnis


Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah segmentasi, copywriting, CTA, dan waktu pengiriman sudah tepat.

Platform seperti 3Dolphins juga memungkinkan bisnis mengintegrasikan WhatsApp dengan sistem customer service dan CRM sehingga aktivitas pelanggan dapat menjadi bagian dari workflow bisnis, bukan hanya data campaign yang berdiri sendiri.

 

Optimalkan Campaign Berdasarkan Hasil

Tahap terakhir adalah melakukan evaluasi dan optimasi. Jika delivery tinggi tetapi response rendah, misalnya, bisnis dapat mengevaluasi kembali relevansi pesan, penawaran, CTA, atau segmentasi audience.

Sebaliknya, jika sebuah segment menunjukkan engagement dan conversion yang tinggi, segment tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk campaign berikutnya.

Dengan demikian, proses broadcast WhatsApp sebaiknya tidak berhenti pada β€œkirim pesan ke banyak pelanggan”, tetapi menjadi siklus yang terdiri dari segmentasi β†’ messaging β†’ delivery β†’ engagement β†’ conversion β†’ optimization.

Untuk bisnis yang ingin menjalankan seluruh proses tersebut dalam satu ekosistem, 3Dolphins dapat menjadi salah satu pilihan platform WhatsApp Business yang menghubungkan broadcast dengan customer service, automation, CRM, dan omnichannel customer experience.

Tips Agar Broadcast WhatsApp Tidak Dianggap Spam

Mengirim broadcast WhatsApp dalam jumlah besar tidak selalu berarti campaign akan efektif. Jika pesan terlalu sering, tidak relevan, atau dikirim kepada pelanggan yang tidak menginginkannya, komunikasi bisnis justru dapat dianggap mengganggu. Karena itu, bisnis perlu memperhatikan relevansi pesan, audience, frekuensi, hingga cara pelanggan memberikan izin komunikasi.

 

Pastikan Customer Sudah Memberikan Opt-in

Sebelum mengirim broadcast, pastikan pelanggan telah memberikan persetujuan untuk menerima komunikasi melalui WhatsApp. Jangan menggunakan database nomor yang diperoleh tanpa persetujuan pelanggan.

Opt-in membantu memastikan bahwa penerima memang memiliki ekspektasi untuk mendapatkan pesan dari bisnis sekaligus membantu menjaga kualitas komunikasi.

 

Gunakan Segmentasi Audience

Hindari mengirim satu pesan yang sama kepada seluruh database pelanggan. Kelompokkan customer berdasarkan informasi yang relevan, seperti riwayat pembelian, produk yang diminati, lokasi, aktivitas, atau tahap customer journey.

Misalnya, pelanggan yang baru membeli laptop dapat menerima informasi mengenai aksesori yang relevan, sementara pelanggan yang sudah lama tidak bertransaksi dapat menerima campaign re-engagement.

 

Buat Pesan yang Relevan

Setiap broadcast sebaiknya memiliki alasan yang jelas mengapa pelanggan perlu menerima pesan tersebut. Bandingkan pesan generik seperti:

β€œHalo! Kami punya promo terbaru. Klik di sini untuk melihatnya.”



dengan pesan yang lebih personal:

β€œHalo, {{nama}}! Karena Anda sebelumnya membeli {{produk}}, kami punya promo khusus untuk produk pelengkapnya.”



Pesan yang memiliki konteks akan terasa lebih relevan dan memberikan alasan yang jelas bagi pelanggan untuk merespons.

 

Jangan Mengirim Broadcast Terlalu Sering

Terlalu banyak pesan marketing dalam waktu singkat dapat membuat pelanggan merasa terganggu dan meningkatkan kemungkinan mereka melakukan opt-out atau memblokir akun bisnis.

Buat campaign calendar untuk mengatur frekuensi komunikasi dan memastikan pelanggan tidak menerima terlalu banyak campaign dalam periode yang sama.

 

Gunakan Template Sesuai Kategori

Pastikan template yang digunakan sesuai dengan tujuan sebenarnya dari pesan. WhatsApp Business Platform memiliki kategori seperti Marketing, Utility, dan Authentication, sehingga isi pesan harus sesuai dengan kategori yang dipilih.

Pesan promosi, misalnya, seharusnya menggunakan kategori Marketing dan bukan dikategorikan sebagai Utility hanya untuk menghindari klasifikasi Marketing.

 

Hindari Copywriting yang Terlalu Agresif

Broadcast WhatsApp tidak harus menggunakan huruf kapital berlebihan, terlalu banyak tanda seru, atau klaim yang berlebihan untuk menarik perhatian.

Buat pesan yang singkat, jelas, dan fokus pada value yang relevan bagi pelanggan. Gunakan CTA yang sederhana agar penerima memahami tindakan yang perlu dilakukan.

 

Kirim pada Waktu yang Tepat

Waktu pengiriman juga dapat memengaruhi kemungkinan pelanggan membaca dan merespons pesan. Sesuaikan waktu dengan karakteristik audience dan tujuan campaign. Reminder appointment, misalnya, lebih relevan dikirim mendekati jadwal appointment, sementara campaign promosi dapat disesuaikan dengan periode promo dan kebiasaan pelanggan.

 

Berikan Opsi untuk Berhenti Menerima Pesan

Untuk komunikasi marketing, berikan pelanggan cara yang mudah untuk berhenti menerima pesan jika mereka sudah tidak menginginkannya. Permintaan pelanggan untuk berhenti menerima komunikasi perlu dihormati agar hubungan dengan customer tetap terjaga.

 

Pantau Performa Broadcast

Jangan hanya melihat berapa banyak pesan yang berhasil dikirim. Pantau juga bagaimana pelanggan merespons campaign. Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain delivery rate, read rate, response rate, click-through rate, conversion rate, serta jumlah opt-out atau block.

Jika sebuah campaign memiliki tingkat opt-out atau block yang tinggi, evaluasi kembali relevansi pesan, segmentasi audience, frekuensi, dan waktu pengiriman.

 

3Dolphins untuk WhatsApp Broadcast Aman dan Terukur

Broadcast WhatsApp dapat menjadi salah satu kanal komunikasi yang efektif untuk menjangkau pelanggan secara langsung. Namun, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada seberapa banyak pesan yang dikirim, tetapi juga pada siapa yang menerima pesan, apa isi pesannya, dan bagaimana bisnis mengelola komunikasi tersebut.

Untuk kebutuhan bisnis, broadcast WhatsApp dapat digunakan dalam berbagai kategori, mulai dari Marketing untuk promosi dan campaign, Utility untuk informasi transaksi dan layanan, hingga Authentication untuk kebutuhan OTP dan verifikasi.

Agar dapat mengirim broadcast secara resmi, bisnis perlu menggunakan WhatsApp Business Platform, memastikan pelanggan telah memberikan opt-in, menggunakan template yang sesuai, melakukan segmentasi audience, serta mengikuti kebijakan WhatsApp.

Dengan 3Dolphins, bisnis dapat mengelola komunikasi WhatsApp secara lebih terintegrasi, mulai dari WhatsApp Broadcast, customer service, chatbot, hingga automation. Dengan begitu, interaksi tidak harus berhenti ketika pelanggan menerima pesan, tetapi dapat dilanjutkan menjadi percakapan dan bagian dari customer journey berikutnya.

Hubungi tim kami untuk menjadwalkan meeting! Gratis konsultasi!

Blank Form (#3)