Tahapan Memilih Generative AI dan Agentic AI: Panduan untuk Bisnis

Agentic AI dan Generative AI sering dianggap sama karena sama-sama menggunakan teknologi AI modern. Namun, keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Generative AI berfokus pada menghasilkan informasi atau konten, sedangkan Agentic AI dapat mengambil tindakan dan menjalankan tugas untuk mencapai tujuan tertentu.

Bagi bisnis, perbedaan ini signifikan sebab hasilnya akan memengaruhi cara kerja dan performa. Sebagai gambaran, bisnis yang membutuhkan asisten untuk membantu memberikan respons dan menghasilkan rangkuman komprehensif, generative AI adalah jawabannya. 

Namun, untuk bisnis yang bertujuan mencari sistem yang dapat bekerja secara mandiri tanpa banyak supervisi, agentic AI menjadi sistem yang tepat. Karena melalui AI ini, bisnis dapat mengandalkan sistem untuk menjalankan aksi secara mandiri. 

Apabila bisnis Anda masih mempertimbangkan antara keduanya, artikel ini dapat dijadikan panduan. Melalui artikel ini, Anda akan dituntun untuk memahami perbedaan generative AI dan agentic AI. Kemudian, tahapan apa yang dapat dilakukan sebelum memilih satu di antaranya atau keduanya. 

TL;DR

  • Pilih Generative AI jika kebutuhan utama Anda adalah membuat konten, menghasilkan insight, merangkum informasi, atau meningkatkan produktivitas tim.
  • Pilih Agentic AI jika Anda ingin mengotomatisasi proses bisnis, mengurangi pekerjaan manual, dan menjalankan workflow secara mandiri.
  • Evaluasi terlebih dahulu masalah bisnis yang ingin diselesaikan, bukan sekadar mengikuti tren AI.
  • Tentukan tingkat otonomi yang dibutuhkan: apakah AI hanya membantu memberikan rekomendasi atau juga harus mengambil tindakan. Semakin kompleks workflow dan semakin banyak sistem yang terlibat, semakin besar potensi manfaat Agentic AI.
  • Pertimbangkan ROI, kesiapan data, dan integrasi sistem sebelum memulai implementasi.
  • Dalam banyak kasus, kombinasi Generative AI dan Agentic AI memberikan hasil terbaik karena mampu menghasilkan respons sekaligus mengeksekusi proses bisnis secara otomatis.

 

Apa Perbedaan Generative AI dan Agentic AI?

Generative AI adalah teknologi AI yang dirancang dengan fokus untuk membuat konten, seperti teks, gambar, dan kode berdasarkan prompt. Contoh dari penerapan sederhananya dapat dilihat dari ChatGPT, Gemini, Perplexity, Claude, dan sejenisnya.

Sementara itu, agentic AI fokus pada otonomi, pengambilan keputusan, eksekuis tugas multistep, hingga pencapaian tujuan dengan intervensi minimal. Contoh dari penggunaan agentic AI adalah Autopilot serta Autonomous Workflow.

Keduanya sama-sama dirancang untuk membantu meringankan beban tugas manusia. Meskipun, fokus dari hasil keduanya berbeda. Generative AI cocok untuk bisnis yang membutuhkan perpanjangan tangan untuk menghasilkan konten. Di sisi lain, agentic AI lebih cocok untuk bisnis yang membutuhkan bantuan mengambil keputusan instan, sehingga manusia tidak perlu terlibat terlalu sering. 

Kapabilitas Generative AI Agentic AI 
Cara Kerja  Berdasarkan prompt Otomatis berdasarkan temuan 
Keterlibatan Manusia  Bergantung pada petunjuk Mandiri minim intervensi
Hasil Akhir  Otomatisasi workflow dan proses Draf email, konten, kode, dan gambar
 Reaksi Pengguna  Reaktif Proaktif dan otonom

 

Kapan Harus Memilih Generative AI? 

Memilih antara solusi generative AI dan agentic AI harus didasari oleh beberapa pertimbangan matang. Untuk memudahkan bisnis memahami solusi generative AI, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan.

 

1. Tujuan Utama Membuat Konten atau Informasi Baru 

Tugas utama yang dapat ditangani oleh generative AI adalah jenis tugas yang berhubungan dengan menciptakan konten dan informasi baru. Apabila kegiatan ini memakan waktu, implementasi generative AI adalah langkah yang tepat.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan generative AI.

  • Menulis email, artikel, proposal, atau deskripsi produk  
  • Membuat ringkasan dokumen dan laporan  
  • Membantu brainstorming ide dan strategi

 

2. Proses Masih Butuh Persetujuan atau Intervensi Manusia 

Generative AI hanya akan berjalan optimal dan maksimal apabila terdapat pengawasan ekstra dari manusia. Hal ini difungsikan untk memantau apakah jawaban yang diberikan GenAI sudah sesuai.

Beberapa hal yang membuat GenAI cocok untuk kerja sama dengan manusia sebagai berikut.

 

  • AI memberikan rekomendasi, manusia mengambil keputusan  
  • Cocok untuk industri yang membutuhkan validasi tinggi  
  • Risiko lebih rendah dibanding otomatisasi penuh
     

3. Kebutuhan Berfokus pada Produktivitas Tim 

Adaptasi generative AI pada satu fungsi atau industri biasanya diperuntukkan dalam mengoptimalkan kinerja manusia. Dengan demikian, tim akan bekerja sama dengan manusia demi hasil yang lebih maksimal.

 

  • Mempercepat pekerjaan customer service  
  • Membantu tim sales membuat follow-up yang lebih personal
  • Mendukung tim marketing menghasilkan konten lebih cepat

 

4. Workflow Belum Otomatis End-to-End 

Segala tindakan yang dihasilkan oleh generative AI hanya bersandar pada prompt yang di-hit. Apabila tidak terdapat trigger tertentu yang dijalankan manusia, sistem tidak akan bekerja secara mandiri.

AI hanya menghasilkan jawaban atau rekomendasi yang tidak memerlukan sistem untuk mengakses lebih banyak integrasi. Bisnis yang tidak membutuhkan penyelesaian hingga selesai, teknologi generative AI adalah jawaban yang tepat.

 

5. Contoh Penggunaan Generative AI 

Fungsi Contoh Penggunaan 
Marketing Pembuatan konten kampanye, copywriting, SEO article 
Customer Service Draft respons pelanggan, rangkuman percakapan 
Sales Pembuatan proposal, email follow-up 
HR Penyusunan job description dan screening awal CV 
Internal Operations Ringkasan meeting dan dokumentasi 

 

Kapan Harus Memilih Agentic AI? 

Agentic AI menjadi pilihan yang tepat ketika bisnis tidak hanya membutuhkan AI untuk menghasilkan jawaban atau konten. Namun, untuk bisnis yang butuh sistem yang dapat mengambil tindakan dan menjalankan proses kerja secara otomatis berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.

 

1. Proses Bisnis Melibatkan Banyak Langkah Berulang 

Agentic AI adalah sistem yang menjadi jalan keluar bagi tugas-tugas yang memerlukan banyak tahapan. Biasanya, pekerjaan ini akan memakan waktu jika dilakukan dengan cara manual.

Dengan sistem agentic AI, alur panjang yang membutuhkan waktu relatif lama dapat diselesaikan secara singkat.  AI dapat mengumpulkan data dari berbagai sistem, memverifikasi informasi, menjalankan alur kerja berdasarkan kondisi tertentu , hingga mengirim notifikasi atau melakukan tindak lanjut secara otomatis.

Contohnya dapat terlihat pada proses onboarding nasabah di industri layanan finansial. Tahapan verifikasi data, pengecekan dokumen, dan pengiriman informasi ke beberapa sistem dapat seluruhnya ditangani agentic AI.

 

2. Kecepatan Respons Menjadi Faktor Penting 

Jika kebutuhan bisnis berkisar di antara menangani permintaan pelanggan secara real-time, agentic AI dapat diandalkan. Sistem ini pun dapat memproses tiket layanan tanpa harus menunggu agen.

Misalnya, AI yang menerima pertanyaan pelanggan, mencari informasi yang dibutuhkan, lalu memberikan solusi tanpa campur tangan manusia.

 

3. Tim Menghabiskan Banyak Waktu untuk Pekerjaan Operasional 

Pain point yang dirasakan oleh banyak industri adalah pekerjaan operasional yang memakan waktu. Banyak alur kerja yang sebenarnya sudah memiliki konsistensi alur, tetapi belum bisa dijalankan secara otomatis.

Agentic AI dapat mengatasi pemasalahan semacam itu. Kemampuannya untuk berjalan secara otomatis dengan alur yang sudah diatur dapat menghemat waktu operasional. Dengan Agentic AI, tim dapat fokus pada pekerjaan yang lebih strategis.

 

4. Perlu Terhubung dengan Berbagai Sistem 

Kendala utama ketika berhadapan dengan sistem digital adalah silo. Hal ini menghambat pekerjaan karena sistem yang tidak dapat bekerja secara otomatis memahami langkah lanjutan.

Agentic AI bukan hanya bisa diintegrasikan dengan sistem-sistem internal, tetapi mampu mengakses dan melakukan tindakan yang sesuai dari tujuan tiap sistem tersebut. Sistem seperti CRM, ERP, platform customer service, database internal, hingga sistem pembayaran dapat menjalankan tugasnya dengan otomatis dengan adanya agentic AI.

Berbeda dengan Generative AI yang umumnya menghasilkan output berupa teks atau rekomendasi, Agentic AI dapat menggunakan informasi dari berbagai sistem dan mengambil tindakan berdasarkan data tersebut.

 

5. Butuh Otomatisasi Workflow End-to-End 

Agentic AI cocok untuk perusahaan yang ingin mengurangi ketergantungan pada proses manual dan mempercepat penyelesaian pekerjaan dari awal hingga akhir. Berikut adalah contoh workflow agentic AI. 

  1. Pelanggan mengajukan permintaan.  
  2. AI mengumpulkan data yang diperlukan.  
  3. AI melakukan validasi.  
  4. AI menentukan langkah berikutnya.  
  5. AI mengeksekusi tindakan yang diperlukan.  
  6. Hasil dikirim ke pelanggan atau tim terkait.  

 

6. Contoh Penggunaan Agentic AI 

Fungsi Contoh Penggunaan 
Customer Service Menyelesaikan tiket secara otomatis dan melakukan eskalasi jika diperlukan 
Sales Kualifikasi lead, penjadwalan meeting, dan follow-up otomatis 
Administrasi Verifikasi dokumen dan onboarding nasabah 
HR Screening kandidat dan penjadwalan wawancara otomatis 
Operations Monitoring proses bisnis dan koordinasi tugas lintas sistem 

 

Tahapan Memilih Antara Agentic AI vs Generative AI 

Memilih antara Agentic AI dan Generative AI tidak tentang teknologi yang lebih canggih. Fokusnya harus tentang kesesuaian dengan kebutuhan bisnis. Sebelum berinvestasi pada solusi AI tertentu, perusahaan perlu memahami masalah yang ingin diselesaikan, tingkat otomatisasi yang dibutuhkan, serta dampak bisnis yang ingin dicapai. 

 

1. Identifikasi Masalah 

Mulailah dengan memahami bottleneck utama dalam proses bisnis. Jika tantangan utama adalah pembuatan konten, pencarian informasi, atau mempercepat pekerjaan yang masih membutuhkan penilaian manusia, Generative AI biasanya sudah cukup.

Namun, jika masalah berasal dari proses yang panjang, berulang dan melibatkan banyak langkah operasional, Agentic AI dapat memberikan dampak yang lebih besar melalui otomatisasi workflow.

 

Pertanyaan yang perlu diajukan: 

  • Apakah tim menghabiskan banyak waktu untuk membuat konten atau mencari informasi?  
  • Apakah pekerjaan melibatkan banyak proses manual yang berulang?  
  • Apakah keterlambatan terjadi karena banyaknya tahapan operasional?  

 


2. Tentukan Tingkat Otonomi yang Dibutuhkan 

Perbedaan utama antara Generative AI dan Agentic AI terletak pada kemampuan mengambil tindakan. Generative AI menghasilkan rekomendasi atau output yang kemudian ditinjau oleh manusia. Sebaliknya, Agentic AI dapat menjalankan serangkaian tugas secara mandiri berdasarkan tujuan yang telah ditentukan.

Pilih Generative AI jika manusia tetap menjadi pengambil keputusan utama, AI berfungsi sebagai asisten atau copilot, dan risiko kesalahan perlu dikontrol melalui persetujuan manusia.

Sementara itu, Agentic AI sesuai jika proses dapat dijalankan secara otomatis, kecepatan eksekusi menjadi prioritas, serta ingin mengurangi ketergantungan pada pekerjaan administratif manual.

 

3. Evaluasi Kompleksitas Workflow Bisnis 

Semakin kompleks suatu workflow, semakin besar potensi manfaat Agentic AI. Sebagai contoh, membuat ringkasan percakapan pelanggan merupakan tugas yang cocok untuk Generative AI.

Jika AI harus membaca percakapan, mengidentifikasi masalah, membuat tiket, menghubungi sistem CRM, dan menjadwalkan tindak lanjut, Agentic AI menjadi pilihan yang lebih tepat.

Indikator workflow kompleks, meliputi banyak sistem atau aplikasi, membutuhkan pengambilan keputusan berdasarkan data, banyak aturan atau kondisi tertentu, dan memerlukan koordinasi lintas departemen.

 

 

4. Hitung Potensi ROI dan Dampak Bisnis 

Tidak semua kebutuhan memerlukan Agentic AI. Untuk kasus penggunaan sederhana, Generative AI sering kali memberikan hasil yang cepat dengan investasi yang lebih rendah.

Sementara itu, Agentic AI biasanya menawarkan ROI yang lebih besar pada proses dengan volume tinggi dan biaya operasional yang signifikan.

Generative AI cocok jika tujuan utamanya untuk meningkatkan produktivitas karyawan, mempercepat pembuatan konten, dan mengurangi waktu pencarian informasi. Apabila fokus untuk mengurangi biaya operasional, mempercepat penyelesaian, dan meningkatkan skalabilitas layanan tanpa menambah jumlah tim, Agentic AI adalah solusinya.

 

5. Tinjau Kesiapan Data dan Integrasi Sistem 

Keberhasilan implementasi AI tidak hanya ditentukan oleh model yang digunakan, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung.

Generative AI umumnya lebih mudah diimplementasikan karena dapat digunakan sebagai alat bantu mandiri. Sebaliknya, Agentic AI sering kali membutuhkan integrasi dengan CRM, ERP, platform customer service, database internal, atau aplikasi bisnis lainnya.

Sebelum memilih solusi AI, pastikan perusahaan memahami sistem apa saja yang akan terlibat, ketersediaan dan kualitas data, kebutuhan keamanan dan kepatuhan data, serta kemampuan integrasi dengan teknologi yang sudah digunakan.

 

6. Pertimbangkan Pendekatan Bertahap 

Banyak perusahaan tidak perlu langsung memilih salah satu secara mutlak. Dalam praktiknya, generative AI dan agentic AI sering digunakan secara bersamaan.

Pendekatan yang umum dilakukan adalah memulai dengan generative AI untuk meningkatkan produktivitas tim. Kemudian, implementasi berkembang ke Agentic AI ketika kebutuhan otomatisasi semakin kompleks.

Contoh roadmap implementasi: 

  1. Menggunakan Generative AI untuk menjawab pertanyaan pelanggan.  
  2. Mengintegrasikan AI dengan knowledge base dan CRM.  
  3. Menambahkan kemampuan Agentic AI untuk membuat tiket dan melakukan eskalasi otomatis.  
  4. Mengotomatisasi workflow layanan pelanggan secara end-to-end. 

 

 

Memilih antara Generative AI dan Agentic AI 

Masih bingung memilih antara Agentic AI dan Generative AI? Gunakan panduan cepat berikut untuk menentukan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

 

Skenario Penggunaan Generative AI 

1. Tujuan akhir adalah menghasilkan konten, informasi, atau ide dengan cepat 

2. AI hanya perlu menjawab pertanyaan atau memberikan rekomendasi 

3. Keputusan akhir tetap harus dibuat oleh manusia 

4. Ingin meningkatkan produktivitas tim tanpa mengubah proses kerja yang ada 

Contoh use case: 

  • Menulis artikel dan konten marketing  
  • Membuat draft email atau proposal  
  • Merangkum dokumen dan meeting  
  • Menjawab pertanyaan berbasis knowledge base  
  • Membantu agen customer service menyusun respons

Skenario Penggunaan Agentic AI 

1. Tujuan utama mengotomatisasi proses bisnis yang kompleks 

2. AI perlu menjalankan serangkaian tugas secara mandiri 

3. Workflow melibatkan banyak sistem dan aplikasi 

4. Fokus pada pengurangan pekerjaan manual yang berulang 

5. Keberhasilan diukur dari efisiensi operasional dan penghematan biaya

 

Contoh use case: 

  • Lead qualification dan follow-up otomatis  
  • Otomatisasi onboarding pelanggan  
  • Ticket routing dan eskalasi customer service  
  • Pemrosesan dokumen dan verifikasi data  
  • Workflow approval lintas departemen  

 

Skenario Penggunaan Agentic AI dan Generative AI 

1. AI perlu menghasilkan respons sekaligus menjalankan tindakan 

2. Chatbot tidak hanya menjawab pertanyaan tetapi juga mengeksekusi proses bisnis 

3. Perusahaan ingin membangun otomatisasi end-to-end yang tetap terasa natural bagi pengguna

Contoh use case: 

  1. Pelanggan mengajukan pertanyaan melalui chatbot.  
  2. Generative AI memahami intent dan menyusun respons.  
  3. Agentic AI mengakses CRM, membuat tiket, atau memproses permintaan.  
  4. Generative AI menyampaikan hasil kepada pelanggan dengan bahasa yang natural. 

 

Integrasi Mulus Generative AI maupun Agentic AI dengan 3Dolphins 

Perdebatan antara Agentic AI vs Generative AI sebenarnya bukan tentang teknologi mana yang lebih baik, melainkan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Jika tujuan utama adalah mempercepat pembuatan konten, menghasilkan insight, atau membantu karyawan bekerja lebih produktif, generative AI sering kali menjadi langkah awal yang tepat. Namun, ketika bisnis ingin mengotomatisasi workflow, mengurangi pekerjaan manual, dan memungkinkan AI mengambil tindakan secara mandiri, Agentic AI dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap efisiensi operasional.

Dalam praktiknya, banyak organisasi menggabungkan keduanya. Generative AI berperan sebagai mesin yang memahami dan menghasilkan informasi, sementara Agentic AI bertindak sebagai eksekutor yang menjalankan proses bisnis secara otomatis. Kombinasi ini memungkinkan perusahaan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih cepat, operasional yang lebih efisien, dan skalabilitas yang lebih tinggi.

Jika Anda sedang mengevaluasi bagaimana AI dapat diterapkan pada customer service, sales, marketing, atau proses operasional lainnya, langkah pertama adalah mengidentifikasi workflow yang paling membutuhkan peningkatan. Dari sana, Anda dapat menentukan apakah Generative AI, Agentic AI, atau kombinasi keduanya merupakan solusi yang paling tepat.

Dengan solusi AI dan automasi bisnis dari 3Dolphins.ai, perusahaan dapat membangun pengalaman pelanggan yang lebih cerdas sekaligus mengotomatisasi proses bisnis yang kompleks melalui integrasi dengan berbagai sistem yang sudah digunakan.

Hubungi tim kami untuk mendiskusikan use case AI yang paling relevan bagi bisnis Anda.